Purbaya Bongkar Modus Pengusaha Sawit soal Ekspor CPO
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membongkar modus yang dilakukan pengusaha dalam mengekspor crude palm oil (CPO), termasuk memanipulasi laporan tujuan negara ekspor.
Salah satu modusnya, pengusaha mengekspor CPO ke negara tujuan seperti Amerika Serikat (AS), tetapi transaksi dilaporkan seolah-olah hanya sampai negara transit seperti Singapura.
Alhasil, nilai ekspor yang dilaporkan ke Indonesia, diduga jauh lebih rendah dari harga sebenarnya, di negara tujuan akhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang dilaporkan ke kita yang ke Singapura saja. Harga yang dilaporkan rata-rata setengah dari harga yang di Amerika. Untungnya diambil di perusahaan perantara di Singapura," ujar Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (4/2).
Menurutnya, praktik tersebut terdeteksi setelah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memanfaatkan sistem digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk mencocokkan data lintas negara.
Dari hasil penelusuran awal, pemerintah telah memeriksa sekitar 10 perusahaan besar dan menemukan indikasi manipulasi nilai ekspor secara signifikan.
"Kita sekarang bisa dapat data itu. Data kapal per kapal ada manipulasi yang cukup luar biasa," jelasnya.
Bendahara Negara tersebut mengatakan pemerintah tengah mendalami apakah data transaksi di negara tujuan ekspor dapat digunakan sebagai alat bukti di pengadilan. Kendati demikian, ia menegaskan telah mengantongi bukti awal yang kuat untuk menindaklanjuti temuan tersebut.
Beragam modus tersebut dia dapati ketika pemerintah tengah berusaha memperkuat pengawasan di sektor kepabeanan dan perpajakan.
"Jadi saya harus betul-betul mempraktikkan instrumen pajak dan bea cukai untuk mengurangi kebocoran dan mendeteksi under-invoicing semaksimal mungkin," tegasnya.
(ins/pta)