Purbaya Sedih Prabowo Terus Singgung Kebocoran Pajak Tiap Rapat
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku merasa sedih setiap kali Presiden Prabowo Subianto menyinggung persoalan kebocoran pajak dan bea cukai dalam berbagai rapat.
Ia menyebut isu tersebut kerap disampaikan Prabowo berulang meski di internal Kemenkeu telah dilakukan pembenahan.
"Jangan sampai pulang nanti Presiden masih mengumumkan hal-hal seperti ini. Beliau bilang gini, 'ada kebocoran pajaknya, ada under-invoicing ini, Bea Cukai yang mempermainkan kita," ujar Purbaya saat menyampaikan arahan di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (6/2).
"Beliau mengungkapkan itu berkali-kali setiap meeting. Saya sedih melihatnya, padahal kita sudah berupaya," tambahnya.
Ia meminta jajarannya bekerja lebih sungguh-sungguh agar persoalan tersebut tidak kembali muncul dalam evaluasi presiden.
Purbaya menegaskan pembenahan penerimaan negara menjadi misi utama Kementerian Keuangan terutama setelah realisasi penerimaan pajak sebelumnya berada di bawah target akibat perlambatan ekonomi. Ia berharap perbaikan kondisi ekonomi dapat mendorong kinerja pajak dan bea cukai ke level yang lebih baik.
"Saya harapkan dengan membaiknya ekonomi, kita bisa mengumpulkan pendapatan dari pajak maupun Bea Cukai yang lebih tinggi lagi. Target saya ada perbaikan tax collection rate dari sekitar 9-9,5 persen menjadi 11-12 persen," katanya.
Menurut Purbaya, tantangan ke depan akan semakin berat karena ruang alasan semakin sempit. Jika ekonomi membaik tetapi rasio penerimaan pajak tidak ikut meningkat, ia menilai tidak ada lagi pembenaran yang bisa disampaikan kepada DPR RI.
"Kalau sampai akhir tahun tax collection rate tidak membaik padahal ekonominya semakin baik, saya tidak bisa memberikan argumen yang kuat. Bagi orang ekonomi seperti saya, itu kekalahan yang telak," ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh pimpinan unit, baik di pusat maupun daerah, untuk turun langsung mengawasi kinerja pegawai dan memastikan tidak ada lagi praktik menyimpang. Purbaya menegaskan tidak ingin mendengar kembali pernyataan Presiden soal kebocoran penerimaan pada akhir tahun nanti.
"Pokoknya akhir tahun saya tidak mau dengar kalimat itu lagi dari Presiden. Kalau prestasi kita bagus dan tax collection naik, alasan itu sudah hilang," tuturnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam rangkaian pelantikan dan rotasi pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada Jumat (6/2). Kemenkeu tengah melakukan reformasi internal besar-besaran di DJP dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) termasuk mutasi lebih dari 80 pejabat.
Langkah pembenahan dipercepat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan sejumlah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap aparat pajak dan bea cukai di beberapa daerah, yang berkaitan dengan dugaan suap, gratifikasi, serta penyalahgunaan kewenangan.
(del/pta)