Laju Ekonomi RI Ungguli Singapura & Malaysia, Tapi Kalah dari Vietnam
Beberapa negara ASEAN sudah merilis data pertumbuhan ekonomi 2025. Pada tahun lalu, ekonomi Indonesia tumbuh jauh melebihi Malaysia dan Singapura.
Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih kalah oleh satu negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut daftar pertumbuhan ekonomi dan faktor utama di balik capaian masing-masing negara:
1. Vietnam: 8,02 persen
Vietnam menjadi negara ASEAN dengan pertumbuhan tertinggi pada 2025, yakni 8,02 persen secara tahunan (yoy).
General Statistics Office (GSO) Vietnam mencatat PDB negara ini tumbuh 8,46 persen pada kuartal IV-2025. Sektor jasa menyumbang 51,08 persen terhadap PDB dengan pertumbuhan 8,62 persen, sementara industri dan konstruksi tumbuh 8,95 persen.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi sekitar 5,3 persen.
PDB nominal Vietnam diperkirakan mencapai US$514 miliar, dengan PDB per kapita US$5.026. Total perdagangan internasional menembus US$930 miliar, naik 18,2 persen dibanding 2024, dengan nilai ekspor US$475 miliar.
Inflasi rata-rata (CPI) 3,31 persen memberi ruang bagi aktivitas ekonomi tanpa tekanan harga.
Lihat Juga : |
2. Indonesia: 5,11 persen
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen. PDB kuartal IV-2025 tercatat 5,39 persen (yoy) dan 0,86 persen (qoq).
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi 9,93 persen, sementara dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa meningkat 7,03 persen.
Pulau Jawa menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 56,93 persen terhadap PDB nasional. Secara nominal, PDB Indonesia mencapai Rp23.821,1 triliun dan PDB per kapita Rp83,7 juta (US$ 5.083,4).
3. Singapura: 5,0 persen
Ekonomi Singapura tumbuh 6,9 persen (yoy) pada kuartal IV-2025, lebih tinggi dari perkiraan awal 5,7 persen. PDB kuartal IV-2025 meningkat 2,1 persen (qoq) dibanding kuartal sebelumnya.
Secara keseluruhan, pertumbuhan setahun penuh 2025 tercatat 5,0 persen, naik dari perkiraan sementara 4,8 persen.
Pemerintah Singapura memperkirakan pertumbuhan 2026 berada di kisaran 2,0 persen sampai 4,0 persen, didorong momentum sektor manufaktur dan jasa terkait perdagangan.
4. Malaysia: 4,9 persen
Ekonomi Malaysia tumbuh 4,9 persen sepanjang 2025, melampaui proyeksi pemerintah dan bank sentral.
Pertumbuhan kuartal IV-2025 tercatat 5,7 persen (yoy), lebih cepat dibanding kuartal III 5,2 persen.
Sektor jasa, manufaktur, dan konstruksi menjadi penggerak utama, dibantu permintaan domestik yang tetap kuat. Ekspor Malaysia tumbuh 15,7 persen pada Oktober 2025, meski melambat ke sekitar 7 persen pada November. Bank Negara Malaysia mempertahankan suku bunga acuan di 2,75 persen.
(lau/pta)