Rumah Sakit Rujukan BPJS Tembus 1.513, Mayoritas RS Swasta
BPJS Kesehatan mencatat rumah sakit yang bergabung menjadi fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) atau RS rujukan mencapai 1.513, terhitung sejak program JKN berjalan pada 2014 silam.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan sektor kesehatan semakin menarik bagi investasi, khususnya pembangunan RS.
"FKRTL atau Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut, tumbuhnya 1.513 setelah ada BPJS," ujar Ghufron dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (11/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengungkapkan mayoritas fasilitas rujukan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan merupakan milik swasta, yakni mencakup 65,8 persen dari RS rujukan.
"Yang menarik 65,8 persen itu FKRTL swasta, bukan pemerintah," kata Ghufron.
Menurut Ghufron, kehadiran JKN memberikan kepastian pasar bagi pelaku usaha kesehatan, sehingga mendorong minat investasi di sektor rumah sakit. Bahkan, sejumlah RS berorientasi profit yang sebelumnya belum tertarik bekerja sama, kini mulai bergabung menjadi mitra BPJS Kesehatan.
"Dulu, waktu kami masuk itu, beberapa rumah sakit yang profit oriented hospital itu tidak begitu tertarik kerja sama BPJS. Sekarang hampir semua sudah tertarik untuk kerjasama," katanya.
Ia menambahkan pertumbuhan fasilitas kesehatan yang menjadi mitra BPJS tersebut tidak hanya berdampak pada perluasan akses layanan, tetapi juga berkontribusi terhadap pergerakan ekonomi daerah melalui pembangunan infrastruktur kesehatan.
"Artinya rumah sakit itu menarik untuk investasi, untuk pertumbuhan ekonomi," tambah Ghufron.
Untuk mendorong pemerataan, BPJS Kesehatan juga mengembangkan sistem pemetaan berbasis digital atau atlas sistem informasi geografis (SIG). Melalui platform tersebut, investor dapat melihat wilayah yang masih membutuhkan tambahan fasilitas kesehatan.
"Nah ini harus dilihat dong pemerataannya. Akhirnya BPJS setelah minta-minta gak ada istilahnya bikin Atlas, dimana harusnya orang investasi, BPJS bikin. Nanti bisa dilihat di web kita, itu namanya Atlas-SIG. Itu kalau mau investasi dimana lho, kalau sudah penuh, merah, ya sulit kerjasamanya gitu," pungkasnya.
(lau/pta)