Dari Karawang ke Asia, RI Siap Jadi Poros Ekspor Produk Bebas Asap

HM Sampoerna | CNN Indonesia
Kamis, 12 Feb 2026 13:30 WIB
Indonesia siap menjadi pusat inovasi produk tembakau bebas asap dengan investasi US$330 juta dari Sampoerna dan PMI guna mendukung riset dan pengembangan.
Foto: Arsip HM Sampoerna.
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia tak lagi sekadar pasar besar industri tembakau. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu simpul penting dalam rantai pasok global produk tembakau bebas asap, seiring investasi besar dan penguatan riset berbasis sains yang dilakukan PT HM Sampoerna Tbk bersama induknya, Philip Morris International (PMI).

Langkah itu tercermin dari pembangunan fasilitas produksi senilai US$330 juta atau sekitar Rp5,3 triliun di Karawang, Jawa Barat. Pabrik yang beroperasi sejak 2023 tersebut menjadi fasilitas produk tembakau bebas asap pertama milik PMI di Asia Tenggara dan ketujuh di dunia. Lebih dari sekadar lini produksi, fasilitas ini dirancang sebagai pusat inovasi dan pengujian berstandar global.

Senior Vice President External Affairs PMI, Christos Harpantidis, menyebut inovasi tak berhenti pada teknologi. Menurutnya, inovasi harus menjawab kebutuhan lokal dan melibatkan kolaborasi lintas sektor agar memberi dampak nyata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itulah mengapa kami berinvestasi di Indonesia, bukan hanya karena skalanya yang strategis, tetapi karena kami melihat potensi kolaborasi yang kuat bersama para pemangku kepentingan dalam mewujudkan perubahan yang lebih baik. Kami percaya, inovasi yang bermakna lahir dari kerja sama, bukan berjalan sendiri," ujar Christos pada acara Technovation 2025 di Jakarta, Rabu (2/7/2025) lalu.

Indonesia dinilai memiliki kombinasi unik, yakni pasar besar, talenta terampil, serta ekosistem industri yang siap berkembang. Faktor ini yang mendorong PMI menjadikan Indonesia sebagai basis produksi sekaligus ekspor untuk kawasan Asia Pasifik.

Di dalam kompleks pabrik Karawang, berdiri laboratorium pengujian dan analisis yang disebut sebagai Advanced Lab satu-satunya milik PMI di Asia. Sekitar 200 tenaga ahli dalam negeri terlibat dalam pengujian kualitas produk yang dipasarkan bukan hanya untuk konsumen domestik, tetapi juga untuk afiliasi PMI di berbagai negara.

Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Ivan Cahyadi, menegaskan penguatan riset menjadi fondasi utama dalam pengembangan produk bebas asap. Produk-produk ini, yang tidak melalui proses pembakaran, diklaim menghasilkan kadar zat berbahaya dan berpotensi berbahaya rata-rata 90-95 persen lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.

Ivan mengatakan Sampoerna berkomitmen untuk terus melakukan inovasi yang berlandaskan pada penelitan ilmiah pada produk tembakau bebas asap yang akan dipasarkan.

"Hal ini bertujuan untuk memberikan pilihan yang lebih baik bagi perokok dewasa yang memutuskan untuk terus menggunakan produk tembakau/nikotin lainnya," ujarnya.

Sebagai bentuk konkret dari komitmen tersebut, Sampoerna menginvestasikan sebesar US$330 juta atau setara Rp5,3 triliun untuk membangun fasilitas produksi produk tembakau inovatif bebas asap di Karawang, Jawa Barat, pada tahun 2023.

Fasilitas ini menjadi pabrik produk tembakau bebas asap pertama milik PMI di Asia Tenggara dan yang ketujuh di dunia.
Ivan menjelaskan, fasilitas tersebut dilengkapi Laboratorium Pengujian dan Analisis berstandar global.

Menurutnya, laboratorium ini merupakan Advanced Lab milik PMI satu-satunya di Asia dengan didukung sekitar 200 tenaga ahli dari dalam negeri yang berkualifikasi tinggi.

"Mereka adalah talenta-talenta terbaik milik bangsa Indonesia yang melakukan pengujian dan analisis kualitas produk bebas asap yang dipasarkan tidak hanya untuk market Indonesia, namun juga bagi afiliasi PMI lainnya di berbagai belahan penjuru dunia," ujarnya.

Ivan mengatakan, hal ini merupakan bukti bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar penting, tetapi juga pusat keunggulan global dalam riset dan pengembangan produk tembakau bebas asap.

Komitmen itu juga diwujudkan melalui kehadiran beragam produk bebas asap yang ditujukan guna memenuhi preferensi konsumen dewasa yang memutuskan untuk terus menggunakan produk tembakau/nikotin bebas asap lainnya.

Portofolio Sampoerna mencakup produk tembakau yang dipanaskan, yaitu IQOS dengan batang tembakau TEREA dan BONDS by IQOS dengan batang tembakau khusus BLENDS by A; rokok elektronik VEEV; serta kantong nikotin, ZYN.

"Sejak kuartal IV/2024, kami juga memperkenalkan BONDS by IQOS dengan batang tembakau khusus BLENDS by A untuk memenuhi preferensi konsumen dewasa dan lebih terjangkau. BLENDS turut hadir dalam varian cengkih yang dibuat dengan cengkih asli Indonesia dan saat ini sudah tersedia di 20 kota besar di Indonesia," ujar Ivan.

Selain inovatif berbasis sains dan teknologi, produk bebas asap yang dikembangkan Sampoerna ini juga berperan sebagai katalisator dalam mendorong kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional melalui penciptaan nilai tambah bagi negara.

Kehadiran lini produk bebas asap disebut meningkatkan serapan tembakau dan cengkih lokal, sekaligus membangun kemitraan dengan sekitar 600 UMKM di 20 kota se-Indonesia.

Ekosistem tersebut telah menciptakan lebih dari 1.300 lapangan kerja baru dan melibatkan lebih dari 150 ribu anggota Sampoerna Retail Community (SRC) dalam distribusi produk bebas asap.

(ory/ory)


[Gambas:Video CNN]