Hashim usai IHSG Anjlok Parah: Beberapa Orang Diminta Mundur

CNN Indonesia
Kamis, 12 Feb 2026 15:57 WIB
Hashim Djojohadikusumo mengungkap adanya arahan menyusul gejolak pasar saham setelah IHSG sempat melemah tajam dan mengalami trading halt.
Hashim Djojohadikusumo mengungkap adanya arahan menyusul gejolak pasar saham setelah IHSG sempat melemah tajam dan mengalami trading halt. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia --

Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo mengungkap adanya arahan menyusul gejolak pasar saham setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat melemah tajam dan mengalami trading halt.

Ia menyebut beberapa pejabat diminta mundur dari jabatannya, seiring sorotan terhadap transparansi pasar modal Indonesia yang disampaikan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

"Morgan Stanley, krisis pasar saham, dan saya tidak tahu apakah Anda mengikuti, tapi itu menjadi topik panas minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri. Dan ada alasan untuk itu, karena tidak ada transparansi," ungkap Hashim dalam acara ASEAN Climate Forum (ACF) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Rabu (11/2), melansir detikfinance.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hashim menjelaskan sebelum gejolak pasar terjadi, MSCI telah mengirim empat surat kepada pemerintah Indonesia yang mempertanyakan transparansi serta kredibilitas pasar modal domestik.

"Ternyata, Morgan Stanley telah mengirimkan empat surat kepada pemerintah Indonesia yang menanyakan semua hal ini," terangnya.

Tekanan di pasar sempat terjadi pada perdagangan Rabu (28/1), ketika IHSG melemah hingga 7,35 persen ke level 8.320. Pada hari yang sama, perdagangan saham bahkan sempat dihentikan sementara (trading halt) pada sesi II.

Langkah trading halt kembali diambil BEI setelah IHSG melemah 8 persen pada sesi I perdagangan Kamis (29/1). Meski demikian, indeks berhasil menutup hari dengan penguatan terbatas walau masih terkoreksi 1,06 persen ke level 8.232.

MSCI juga menetapkan sejumlah perubahan dalam indeks review saham Indonesia pada Februari.

Kebijakan tersebut meliputi pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta pembekuan perpindahan naik antar-indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Dalam pengumumannya, MSCI menyatakan kebijakan itu dilakukan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability), sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar menghadirkan perbaikan transparansi.

Jika tidak ada perbaikan hingga Mei 2026, MSCI akan mengevaluasi kembali status akses pasar Indonesia, termasuk kemungkinan penurunan bobot dalam Indeks Pasar Emergen MSCI untuk semua sekuritas Indonesia dan potensi reklasifikasi dari status Emerging Market menjadi Frontier Market.

Sebelumnya, empat pejabat penting sektor keuangan dan pasar modal Indonesia mengundurkan diri dalam satu hari pada Jumat (30/1).

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman lebih dulu mengumumkan pengunduran dirinya pada pagi hari setelah pasar dibuka. Ia menyatakan keputusan itu sebagai bentuk tanggung jawab pribadi atas kondisi pasar dalam dua hari sebelumnya.

"Sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, saya menyatakan mengundurkan diri dari jabatan ini. Saya berharap ini adalah yang terbaik bagi pasar modal Indonesia, dan semoga ke depan pasar kita bisa menjadi lebih baik," ujarnya.

Ia menegaskan keputusan tersebut diambil secara sadar sebagai bentuk akuntabilitas kepemimpinan di tengah tekanan pasar.

Pada malam harinya, tiga pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyampaikan pengunduran diri, yakni Ketua OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Mirza Adityaswara, serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi.

Padahal, mereka sebelumnya masih memberikan keterangan pers pada sesi kedua perdagangan dan menyatakan kesiapan melakukan reformasi serta bertemu MSCI.

OJK menegaskan pengunduran diri tersebut merupakan langkah tanggung jawab moral untuk mendukung pemulihan sektor.

"OJK menegaskan bahwa proses pengunduran diri ini tidak mempengaruhi pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan OJK dalam mengatur, mengawasi, serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan secara nasional," sebagaimana dikutip dalam keterangan resmi.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)