Bahlil Ungkap Dampak Terburuk Jika RI Terus Impor Minyak

CNN Indonesia
Kamis, 12 Feb 2026 20:05 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap dampak terburuk jika Indonesia bergantung pada impor minyak adalah energi Tanah Air bisa lumpuh total.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap dampak terburuk jika Indonesia bergantung pada impor minyak adalah energi Tanah Air bisa lumpuh total. (FOTO:Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap dampak buruk jika Indonesia terus bergantung pada impor minyak. Paling buruk adalah energi dalam negeri bisa lumpuh total.

Menurut Bahlil, saat ini lifting minyak Indonesia memang belum mampu memenuhi konsumsi. Produksi baru di level 605 ribu barel per hari, sedangkan konsumsi 1,6 juta barel per hari.

Dengan kondisi ini, apabila perang kembali pecah di global dan kapal pengantar minyak tidak bisa masuk ke Indonesia, maka kiamat lah energi dalam negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cadangan ketahanan energi kita cuma 21 hari. Cukup perang, tidak ada kapal yang masuk, 17 hari sudah wayam naunnal ma'un (nggak ada yang menolong), lampu semua mati, tinggal batu bara. Mobil-mobil (mati), kecuali mobil pakai batu bara, pakai nikel," kata Bahlil dalam Kuliah Umum Strategi Swasembada Energi di Hotel Borobudur, Kamis (12/2).

Oleh sebab itu, Bahlil menekankan terus berupaya meningkatkan lifting minyak dalam negeri. Berbagai upaya terus dilakukan, termasuk bekerja sama dengan pemerintah daerah menggarap sumur rakyat.

Ia menyebutkan sumur rakyat yang selama ini legal ternyata sangat banyak dan potensinya besar, sehingga mulai dilegalkan melalui Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi.

"Saya melakukan pemetaan, gimana sih kondisi sumur kita? Ternyata sumur kita di Indonesia itu kurang lebih sekitar hampir 40 ribu, 39.800 sekian. Ini sumur-sumur di luar sumur masyarakat ya. Dan memang sumur-sumur kita ini sumur-sumur dari sejak kita belum merdeka. Sumur tua barang ini," ujarnya.

Bahlil menekankan apabila sumur-sumur ini tidak dimanfaatkan dengan baik, maka Indonesia tak akan bisa berhenti dari impor. Oleh sebab itu, ia mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah Kementerian ESDM bisa menjalin kerja sama untuk kembali menghidupkan sumur yang telah lama tak disentuh.

"Maka, saya membuat terobosan. Kalau begitu begini, silakan kalian (KKKS) memilih Gross Split atau Cost Recovery yang penting IRR (Internal Rate of Return)-nya ekonomis," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/ins)