Bos BGN: Kalau MBG Tak Jalan Kepemimpinan Prabowo Dipertaruhkan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program strategis pemerintah yang mempertaruhkan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyebut komitmen tersebut disampaikan langsung Sang Kepala Negara dalam sidang kabinet awal pemerintahannya.
"Saya sebagai Kepala Badan Gizi memang mendapat tugas yang luar biasa karena Pak Presiden pada sidang kabinet yang pertama saja sudah menyampaikan mempertaruhkan kepemimpinannya untuk program ini agar berjalan," ujar Dadan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (13/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku merasa terbebani dengan tanggung jawab tersebut, mengingat program MBG dinilai memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.
Menurut Dadan, keberhasilan program itu menjadi krusial karena menyasar persoalan gizi masyarakat di tengah pertumbuhan penduduk yang tinggi.
"Saya agak deg-degan karena kalau program ini tidak berjalan maka kepemimpinan beliau yang dipertaruhkan. Alhamdulillah sekarang sudah berjalan satu tahun," ujarnya.
Dadan menjelaskan program MBG menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, seiring pertumbuhan penduduk Indonesia yang masih tinggi.
Ia menyebut Indonesia mengalami pertambahan penduduk sekitar enam orang per menit atau 3 juta orang per tahun, dengan proyeksi jumlah penduduk mencapai 324 juta jiwa pada 2045.
Menurutnya, tantangan utama bukan hanya pertumbuhan penduduk, tetapi juga kualitas sumber daya manusia (SDM), mengingat mayoritas pertumbuhan penduduk berasal dari keluarga dengan tingkat pendidikan terbatas.
Dadan menyebut kondisi tersebut berpengaruh terhadap akses masyarakat terhadap makanan bergizi.
"Bukan pertumbuhannya yang dipermasalahkan tetapi berasal dari mana pertumbuhan penduduk Indonesia. Kita tahu bahwa penduduk Indonesia mayoritas tumbuh atau lahir dari orang tua yang pendidikannya sembilan tahun dan karena itu makan bergizi ini sangat penting," ujar dia.
Ia menambahkan sekitar 60 persen anak Indonesia disebut tidak memiliki akses terhadap menu dengan gizi seimbang, bahkan sebagian besar jarang mengonsumsi susu sebelum program MBG berjalan.
(del/sfr)