AS Izinkan 5 Perusahaan Minyak Raksasa Beroperasi di Venezuela

CNN Indonesia
Sabtu, 14 Feb 2026 07:35 WIB
Ilustrasi. AS memberikan izin umum kepada BP, Chevron, Eni, Repsol, dan Sheel untuk beroperasi di Venezuela dengan beberapa syarat. (REUTERS/Samir Aponte)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat (AS) memberikan izin kepada lima perusahaan raksasa minyak dunia untuk beroperasi di Venezuela.

Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS memberikan izin umum kepada BP, Chevron, Eni, Repsol, dan Shell dengan beberapa syarat.

Melansir AFP, dokumen izin sebanyak dua halaman yang dikeluarkan OFAC mensyaratkan setiap pembayaran royalti minyak dan gas masuk ke rekening yang ditunjuk oleh Departemen Keuangan AS. Hal ini konsisten dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut bahwa AS akan mengelola aset yang berada dalam pengawasan untuk kepentingan Venezuela.

Izin ini juga mengizinkan perusahaan bernegosiasi untuk kontrak potensial 'demi investasi tertentu di Venezuela'. Namun, OFAC melarang partisipasi dari beberapa negara, termasuk China, Iran, dan Rusia.

Langkah ini dilakukan tak lama setelah Menteri Energi AS Chris Wright bertandang ke Venezuela, bertemu dengan pemimpin sementara Delcy Rodriguez.

Rodriguez, yang mengambil alih kekuasaan Nicolas Maduro, mendapatkan pujian dari pemerintahan Trump atas kerja samanya. Salah satunya mempercepat pengesahan reformasi hukum untuk sektor minyak Venezuela.

Wright mengatakan, embargo minyak AS terhadap Venezuela yang berlaku sejak 2019 telah berakhir. Ia berharap peningkatan yang signifikan dalam produksi minyak, gas alam, dan listrik Venezuela, yang akan meningkatkan kesempatan kerja dan kualitas hidup masyarakat setempat.

Venezuela sendiri memproduksi 1,2 juta barel minyak per hari pada tahun 2025. Meski naik sejak titik terendah pada 2020 sebesar 360 ribu barel, namun angka ini masih jauh dari 3 juta barel yang sempat diproduksi pada 25 tahun lalu.

(asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK