Mendag Akui Harga Minyakita Lampaui HET saat DMO sudah 30%

CNN Indonesia
Rabu, 18 Feb 2026 14:45 WIB
Mendag menyebutkan, harga rata-rata nasional Minyakita Rp16.020 per liter. Sementara, HET yang ditentukan pemerintah adalah Rp15.700 per liter. (FOTO:CNN Indonesia/Muhammad Falah Nafis)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengakui harga rata-rata nasional minyak goreng rakyat atau Minyakita masih di atas harga eceran tertinggi (HET) menjelang Ramadan.

Budi menjelaskan mengacu Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga rata-rata nasional Minyakita adalah Rp16.020 per liter. Sementara, HET yang ditentukan pemerintah adalah Rp15.700 per liter.

"Memang yang di atas HET, misalnya Minyakita, hari ini harganya Rp 16.020 rupiah. HET-nya kan Rp 15.700 rupiah," ujar Busan saat ditemui di kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Rabu (18/2).

Namun, pria yang akrab disapa Busan tersebut menegaskan harga rata-rata nasional Minyakita telah turun sejak Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025.

Peraturan tersebut menetapkan produsen minyak goreng melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan untuk menyalurkan minimal 35 persen domestik market obligation (DMO).

"Kemarin sebelum keluar Permen kan rata-rata harganya Rp 16.800 rupiah. Nah, sekarang sudah mengalami penurunan," imbuhnya.

Ia pun menyampaikan penyaluran Minyakita ke seluruh daerah di Indonesia membutuhkan proses dan saat ini volume penyaluran DMO telah mencapai 30 persen.

"Memang semua kan berproses. Kalau dari sisi itunya (ketersediaan) sudah hampir mendekati 30 (persen), kan minimal 35 (persen)," kata Budi.

Sebelumnya, Harga minyak goreng Minyakita di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten, menanjak ke Rp17.500 per liter menjelang Ramadan.

Artinya, harga jual Minyakita di Tangerang telah melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah yakni, Rp15.700 per liter.

"Harga minyak itu memang sering terjadi karena biasa begitu menyambut Ramadan, Imlek. Saat ini saya mengecer Rp 17.500 per liter," ujar Neni, pedagang sembako di Pasar Tradisional Mauk, Jumat (13/2).

Neni mengatakan fenomena lonjakan harga Minyakita itu sudah terjadi sejak pertengahan Januari 2026. Menurut Neni, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh naiknya harga dari distributor.

"Memang setiap mau bulan Ramadan itu pasti naik. Dari distributornya itu memang naik sekitar Rp5 ribu per kartonnya," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan kenaikan harga Minyakita di daerahnya itu disebabkan keterlambatan distribusi oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).

"Hanya memang ada tadi minyak goreng. Minyak goreng ini ada kenaikan Rp1.000 karena distribusinya telat datang ke sini dari Bulog," ujar Maesyal.

(fln/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK