Presdir PTFI Berharap MoU perpanjangan IUPK Jamin Kelanjutan Investasi
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas berharap keputusan Freeport-McMoran Inc. (FCX) melepas 12 persen saham perusahaan ke pemerintah Indonesia pada 2041 bisa menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan operasi.
Ia juga berharap keputusan itu bisa memastikan kelanjutan investasi jangka panjang dan makin mengoptimalkan sumber daya yang telah teridentifikasi melalui eksplorasi detail untuk meningkatkan cadangan dan menjaga kesinambungan produksi setelah 2041.
"Dengan ini, keberlanjutan kontribusi kepada negara khususnya masyarakat Papua akan terus terjaga melalui penerimaan negara yang diperkirakan sekitar US$6 miliar atau Rp90 triliun per tahun (dengan asumsi harga komoditas saat ini), termasuk sekitar Rp14 triliun untuk pemerintah daerah, keberlanjutan sekitar 30 ribu tenaga kerja serta program pengembangan masyarakat sekitar Rp2 triliun per tahun," katanya dalam keterangan resminya, Jumat (20/2).
Freeport McMoran Inc. (FCX) sepakat melepas 12 persen saham perusahaan di PT Freeport Indonesia (PTFI) ke pemerintah Indonesia pada 2041 tanpa biaya.
Syaratnya, pihak yang mengakuisisi akan mengganti biaya pro-rata Freeport yang dikeluarkan menggunakan nilai buku untuk investasi yang menguntungkan periode setelah 2041.
Kesepakatan itu tertuang dalam Nota Kesepahaman (MOU) antara Freeport dengan Pemerintah Indonesia untuk perpanjangan masa pakai hak operasi sumber daya bagi PTFI di distrik mineral Grasberg yang diteken kedua belah pihak pada Rabu (18/2).
"FCX akan mempertahankan kepemilikan sahamnya saat ini di PTFI sebesar 48,76 persen hingga tahun 2041 dan memegang sekitar 37 persen mulai tahun 2042," tulis perusahaan dalam keterangan resmi yang diunggah pada laman Freeport.
Selain perihal transfer saham, MoU itu juga menyetujui Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI akan diubah untuk memberikan perpanjangan masa pakai hak operasi sumber daya.
Kemudian, PTFI juga akan meningkatkan dukungan untuk masyarakat di Papua, termasuk dukungan keuangan untuk rumah sakit baru dan dua fasilitas pendidikan kedokteran.
Selanjutnya, PTFI akan meningkatkan pengeluaran eksplorasi dan memajukan studi untuk mengidentifikasi dan mengembangkan sumber daya jangka panjang dan peluang ekspansi.
Lalu, PTFI akan terus memprioritaskan hilirisasi domestik melalui penjualan lokal tembaga olahan, logam mulia, asam sulfat, dan produk lainnya.
PTFI juga bakal diposisikan untuk memperluas pemasaran tembaga olahannya ke AS dengan ketentuan pasar jika AS membutuhkan pasokan tembaga tambahan
"Kami menghargai kemitraan jangka panjang kami dengan pemerintah Indonesia, rakyat Indonesia dan Papua, serta kepercayaan bersama yang telah dibangun selama bertahun-tahun," ujar Ketua Dewan Direksi Freeport Richard C. Adkerson dan Presiden dan Kepala Eksekutif Freeport Kathleen Quirk dalam pernyataan bersama.
Menurut Adkerson, Operasi Grasberg telah memberikan manfaat substansial kepada semua pemangku kepentingan selama enam dekade sejarahnya.
"Perpanjangan ini akan memberikan peluang untuk terus membangun nilai substansial bagi semua pemangku kepentingan di salah satu deposit tembaga dan emas paling signifikan di dunia."
Perpanjangan hak operasi dan ketentuan lain yang disepakati tunduk pada penerbitan IUPK yang telah diubah oleh pemerintah Indonesia.
Lebih lanjut, PTFI akan segera menyelesaikan permohonan perpanjangan yang mencerminkan ketentuan yang disepakati.
Terkait struktur tata kelola dan operasional yang ada, serta ketentuan perjanjian pemegang saham yang ada, IUPK, dan perjanjian lain yang berlaku akan terus berlanjut selama masa pakai sumber daya tersebut.
(agt)