Bapanas Minta Polri Usut Temuan Minyakita Dijual di Atas HET di Depok

CNN Indonesia
Senin, 23 Feb 2026 08:38 WIB
Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp18 ribu per liter oleh sejumlah pedagang di Depok, padahal HET Minyakita Rp15.700 per liter. Ilustrasi. (Foto: Antara Foto/Andri Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta Satgas Pangan Polda Metro Jaya mengusut temuan Minyakita yang masih dijual di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET) di Depok, Jawa Barat.

Temuan tersebut diketahui saat Bapanas melakukan sidak di Pasar Agung Depok, Sabtu lalu (21/2) dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan pada periode Ramadan dan Idulfitri.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menjelaskan pihaknya menemukan Minyakita masih dijual Rp17.500 hingga Rp18 ribu per liter oleh sejumlah pedagang. Padahal, HET Minyakita Rp15.700 per liter.

"Ini yang perlu kita segera benahi karena Minyakita adalah minyaknya pemerintah. Harusnya harganya sesuai dengan harga pemerintah. Tidak ada cerita harganya di atas harga eceran tertinggi," kata Sarwo dalam keterangan resmi, Minggu (22/2).

Ia memastikan Satgas Pangan Polri akan menelusuri rantai distribusi guna mengetahui sumber minyak goreng yang dijual di atas HET tersebut.

"Nanti teman dari Satgas Pangan Polda Metro Jaya akan menelusuri dari mana dapatnya minyak goreng tersebut. Kita harus menelusuri dari hulunya, dari distributornya, dari pabrik mana," ujarnya.

Sarwo menegaskan apabila Minyakita bersumber dari Bulog, maka harga ecerannya seharusnya Rp15.700 per liter. Dengan harga jual dari Bulog Rp14.500 dan langsung diantar ke pengecer, pedagang masih untung tanpa biaya angkut tambahan.

Sarwo juga berharap Dinas Perdagangan Kota Depok melakukan pemetaan pasar-pasar rakyat agar seluruh pasar dapat menjual Minyakita sesuai HET Rp15.700 per liter.

Selain minyak goreng, harga gula pasir relatif aman di kisaran Rp17.500-Rp18.000 per kg. Daging ayam juga dinilai terkendali. Widyati mengingatkan agar survei harga memperhatikan bobot timbangan agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.

Untuk daging sapi, harga masih sesuai HAP Rp140 ribu per kg dengan kualitas baik. Harga beras juga dinilai masih terkendali. Beras medium berada di harga Rp13.500 per kg dan beras premium Rp14.900 per kg, sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah.

Sementara, harga cabai rawit merah masih tinggi di kisaran Rp100 ribu hingga Rp120 ribu akibat faktor cuaca dan musim penghujan yang mempengaruhi waktu panen.

Pemerintah berharap harga rawit turun mendekati kisaran Rp58 ribu hingga Rp60 ribu seiring rencana panen raya di sejumlah sentra produksi seperti Garut, Jawa Barat.

"Yang harus kita jaga stabilisasi pasokan dan harga pangannya. Sehingga gejolak harga di bulan Ramadan ini tidak akan signifikan. Bapanas saat ini telah memfasilitasi ongkos kirim cabai rawit merah melalui mekanisme Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) yang tentunya akan mendorong penurunan harga di pasar induk dan akan berdampak pada harga di pasar turunan," ujar Sarwo.

Ia mengatakan sesuai arahan Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, seluruh harga pangan berada di bawah HET maupun HAP.

"Pemerintah tidak akan mentolerir praktik yang menyebabkan harga melampaui ketentuan dan merugikan masyarakat, terutama di momentum Ramadan dan Idulfitri," pungkasnya.

(pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK