Purbaya soal IHSG Mantul Menguat: Investor Percaya Keadaan RI Baik

CNN Indonesia
Senin, 23 Feb 2026 22:00 WIB
Menkeu Purbaya mengatakan, tekanan IHSG yang terjadi pada Januari dipicu berbagai isu yang memengaruhi sentimen pasar. (FOTO:ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (MenkeuPurbaya Yudhi Sadewa merespons Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam waktu singkat memantul alias menguat berkat kepercayaan investor.

Sebelumnya, IHSG sempat tertekan di awal 2026 akibat sejumlah sentimen negatif yang menghantam pasar modal domestik. Namun, dalam waktu singkat indeks berbalik arah seiring kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tekanan yang terjadi pada Januari dipicu berbagai isu yang memengaruhi sentimen pasar. Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena ditopang fondasi ekonomi yang solid.

"Januari sempat tertekan karena berbagai isu, yang penting adalah karena pondasi bagus membalikkan confident investor lebih mudah," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (23/2).

Ia menegaskan para pelaku pasar kembali optimistis terhadap prospek perekonomian nasional. Pada 2025, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy), melampaui sejumlah proyeksi.

Untuk 2026, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 6 persen, didorong percepatan berbagai program prioritas.

"Ini mereka percaya keadaan kita baik dan terus membaik," katanya.

Di sisi lain, Purbaya mengakui nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan. Pelemahan terjadi akibat meningkatnya permintaan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar uang. Kurs rupiah saat ini kembali bergerak mendekati level Rp17.000 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah masih mendapat tekanan oleh peningkatan permintaan dolar AS," pungkasnya.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.396 pada perdagangan Senin (23/2) sore. Indeks saham menguat 124,31 poin atau naik 1,50 persen dari perdagangan sebelumnya.

Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp24,14 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 49,54 miliar saham.

Pada penutupan kali ini, 468 saham menguat, 206 terkoreksi, dan 142 stagnan.

(lau/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK