Purbaya Ungkap Syarat Pertumbuhan Ekonomi Capai 6 Persen Tahun Ini

CNN Indonesia
Senin, 23 Feb 2026 19:45 WIB
Menurut Purbaya, belanja pemerintah akan dipercepat melalui program MBG, KDMP melalui transfer dana desa, pencairan THR PNS. (FOTO:ANTARA/ASPRILLA DWI ADHA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap syarat ekonomi Indonesia bisa tumbuh 6 persen di tahun ini. Salah satunya dengan memaksimalkan belanja pemerintah di atas Rp800 triliun per kuartal.

Purbaya memproyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 bisa mencapai sekitar 5,5 persen sampai 6 persen. Lalu, untuk sepanjang 2026 ditargetkan 5,4 persen dan bisa capai 6 persen dengan belanja maksimal.

"Full year 2026 kalau diaktifkan 5,4 persen, tapi kita akan dorong ke arah 6 persen juga. Pemerintah memastikan belanja negara optimal, realisasi belanja Q1-2026 ditargetkan mencapai Rp809 triliun," ujar Purbaya dalam konferensi pers, Senin (23/2).

Menurutnya, belanja pemerintah akan terus dipercepat melalui berbagai program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga dukungan terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) melalui transfer dana desa, serta pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk PNS.

"Kecepatan progres MBG, membayar THR, ASN, TNI, Polri, program penanganan bencana Sumatera, serta paket stimulus Q1 akan dilakukan. Saya harap itu akan dipastikan, itu akan mendorong ekonomi di triwulan pertama 2026," jelasnya.

Dukungan untuk KDMP diperkirakan mencapai Rp90 triliun yang akan digunakan untuk membangun 30 ribu koperasi. Pemerintah juga akan mempercepat pembangunan dan renovasi perumahan sebesar Rp20 triliun serta groundbreaking proyek senilai Rp7 miliar dolar atau sekitar Rp110 triliun.

Momentum libur Natal dan tahun Baru, Hari Raya Imlek dan Idulfitri dinilai akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi di paruh awal tahun ini.

"Faktor musiman libur imlek dan lebaran serta kebijakan WFA turut menopang aktifitas konsumsi masyarakat pada triwulan pertama 2026," terangnya.

Pemerintah juga memberikan stimulus untuk periode lebaran untuk menjaga daya beli masyarakat. Misalnya diskon transportasi senilai Rp920 miliar yang diberikan melalui KAI, Pelni, ASDP dan maskapai penerbangan.

Ada juga bantuan pangan senilai Rp14,09 triliun yang diberikan melalui penyaluran beras 10 dan minyak goreng 2 liter untuk 35 juta penerima. Kemudian, THR sebesar Rp55 triliun untuk PNS, Polri dan pensiunan.

"Untuk menjaga daya beli dan mendorong konsumsi masyarakat selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026, pemerintah menyiapkan paket stimulus yang komprehensif, terutama sektor transportasi dan perlindungan sosial," pungkasnya.

(ldy/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK