Produsen Mie Sedaap Buka Suara soal PHK Massal 400 Karyawan di Gresik
Produsen Mie Sedaap, PT Karunia Alam Segar, buka-bukaan soal pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 400 karyawan di Gresik, Jawa Timur, menjelang Lebaran 2026.
Human Resources and General Affairs Karunia Alam Segar Peter Sindaru membantah PHK massal 400 karyawan saat Ramadan tersebut dalam rangka menghindari kewajiban pembayaran tunjangan hari raya (THR) Lebaran.
Peter menegaskan langkah PHK bukan diambil karena momen tertentu, tetapi kebijakan pemangkasan itu dilakukan karena dinamika permintaan pasar dan kebutuhan produksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai industri manufaktur padat karya, operasional perusahaan sangat dipengaruhi oleh dinamika permintaan pasar. Penyesuaian kapasitas produksi merupakan hal yang lazim dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha secara berkelanjutan," ujar Peter dikutip CNBC Indonesia, Senin (23/2).
Peter menjelaskan dalam menjalankan operasional, perusahaan kerap bekerja sama dengan penyedia jasa tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan tambahan saat produksi meningkat. Begitu kebutuhan menurun, jumlah tenaga kerja pun disesuaikan.
"Mekanisme ini merupakan praktik umum dalam industri manufaktur dan telah dijalankan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya.
Perusahaan menegaskan kebijakan penambahan maupun pengurangan karyawan tersebut dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta tidak didasarkan pada bulan atau momentum tertentu, termasuk Ramadan.
"Penyesuaian ini merupakan bagian dari langkah manajerial yang dilakukan secara terukur dan sesuai ketentuan yang berlaku, bukan karena adanya momen tertentu seperti Ramadan," imbuhnya.
PT Karunia Alam Segar merupakan anak perusahaan PT Wings Surya (Wings Group) yang memproduksi berbagai makanan dan minuman instan, termasuk produk Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur.
DPR RI ikut merespons PHK massal yang dilakukan manajemen Mie Sedaap jelang Lebaran. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan DPR telah berkoordinasi langsung dan memastikan produsen Mie Sedaap berkomitmen menghentikan PHK terhadap pekerja setelah menerima aspirasi karyawan.
"Pihak DPR RI telah menerima aspirasi dari pekerja Mie Sedaap. Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Mie Sedaap dan didapatkan hasil bahwa pihak Mie Sedaap akan segera menyetop PHK yang terjadi, dan pihak Mie Sedaap juga berjanji tidak akan ada PHK-PHK di Mie Sedaap lagi," ujar Dasco dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (23/2).
Menurut Dasco, langkah tersebut dinilai penting mengingat momentum Ramadan dan menjelang Idulfitri seharusnya tidak diwarnai pemutusan kerja yang dapat memicu keresahan pekerja.
"Ini adalah hal yang menurut kami seharusnya tidak terjadi pada saat puasa dan menjelang Lebaran. Sehingga tadi sepakat pihak Mie Sedaap untuk menyetop PHK," katanya.
Ia menambahkan DPR menilai komitmen perusahaan sudah cukup memberikan kepastian bagi pekerja untuk kembali bekerja dengan tenang.
"Saya pikir sudah cukup komitmen dari pihak Mie Sedaap. Para pekerja dapat kembali tenang bekerja, sehingga kita sama-sama berpuasa dengan tenang dan menghadapi Lebaran dengan tenang," ujar Dasco.
(fln/pta)