Kemnaker Bongkar Penyebab Korban PHK 2025 Capai 88 Ribu

CNN Indonesia
Rabu, 21 Jan 2026 18:00 WIB
Kemnaker mengungkap biang kerok jumlah korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang 2025 mencapai 88.519 orang.
Kemnaker mengungkap biang kerok jumlah korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang 2025 mencapai 88.519 orang. (Foto: ANTARA FOTO /MOHAMMAD AYUDHA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkap biang kerok jumlah korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang 2025 mencapai 88.519 orang.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker Indah Anggoro Putri mengatakan angka PHK tersebut dipengaruhi oleh dinamika geopolitik yang berdampak terhadap ekspor dan impor nasional.

"Kan ada tekanan juga dari ekspor-impor, itu pasti. Kondisi dunia di 2025 awal, terutama sampai semester pertama kan masih ada dinamika cukup tinggi, geopolitik, ada perang dan sebagainya, pasti itu pengaruh ke ekspor," ujarnya Indah usai rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (21/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan sektor manufaktur adalah salah satu yang terdampak dengan angka PHK terbesar.

"Masih kayak manufaktur, kan Ente bisa ngelihat di data Satudata," jawabnya.

Mengutip situs Satudata Kemnaker, Jawa Barat menjadi daerah penyumbang jumlah PHK terbesar yang mencapai 18.815 orang atau sekitar 21,26 persen dari total tenaga kerja yang terkena PHK.

"Periode Januari hingga Desember 2025 terdapat 88.519 orang tenaga kerja ter-PHK, yang terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerja (JKP). Tenaga kerja ter-PHK paling banyak terdapat di Jawa Barat yaitu sekitar 21,26 persen dari total tenaga kerja ter-PHK yang dilaporkan," dikutip dari Satudata Kemnaker, Rabu (14/1).

Setelah Jawa Barat, ada Jawa Tengah dengan angka pekerja di PHK sebanyak 14.700 orang atau 16,6 persen, dan Banten sebanyak 10.376 orang atau 11,72 persen.

Adapun angka pekerja DKI Jakarta yang terkena PHK sebanyak 6.311 orang atau 7,13 persen, diikuti Jawa Timur sebanyak 5.949 orang atau 6,72 persen dari total tenaga kerja yang terkena PHK.

Sepanjang 2025, jumlah PHK paling banyak terjadi pada Februari 2025 yakni 18.516 orang, diikuti angka PHK Januari 2025 yakni 10.025 orang.

Berdasarkan laporan serikat pekerja sebelumnya, beberapa faktor berkontribusi terhadap tren PHK tahun lalu. Beberapa diantaranya seperti melemahnya pesanan industri dan efisiensi perusahaan.

Faktor penutupan pabrik turut digadang-gadang sebagai penyebab dominan munculnya gelombang PHK dalam dua tahun terakhir.

Laporan Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) menunjukkan tekanan ketenagakerjaan berlangsung sejak 2022. KSPN mencatat 126.160 anggotanya terkena PHK dalam periode 2022 hingga Oktober 2025.

[Gambas:Video CNN]

(fln/pta)