Ma'ruf Amin Sebut Ekonomi Syariah Solusi Atasi Ketimpangan Ekonomi
Wakil Presiden ke-13 RI sekaligus Ketua Penasihat CSED Indef Ma'ruf Amin menyebut ekonomi syariah bisa menjadi solusi mengatasi ketimpangan ekonomi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Ma'ruf menilai saat ini ekonomi masih berorientasi terhadap akumulasi sumber daya tanpa batas yang menyebabkan ketimpangan ekonomi. Kekayaan hanya dinikmati oleh sebagian orang saja.
"Dunia hari ini masih didominasi paradigma ekonomi yang berorientasi pada akumulasi sumber daya tanpa batas. Akibatnya ketimpangan ekonomi. Jadi itu kenyataan global, termasuk di Indonesia," ujar Ma'ruf dalam acara Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (24/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagian kecil manusia menikmati sebagian besar kekayaan. Sementara, sebagian besar manusia hanya menikmati sebagian kecil," imbuhnya.
Mengacu terhadap Alquran, yakni surat Al Hasyr ayat 7, Ma'ruf menjelaskan prinsip fundamental ekonomi agar harta tak hanya beredar di kalangan orang kaya.
"Artinya menjaga harta salah satu tujuan diturunkannya syariah. Menjaga harta bukan hanya lindungi kepemilikan tapi distribusi, adil," terang Ma'ruf.
Dengan demikian, menurutnya, hadirnya ekonomi syariah justru untuk keadilan dan keberkahan, bukan hanya untuk pertumbuhan.
Ma'ruf menambahkan untuk menghadapi ketimpangan maka perlu dilakukan perluasan akses kepada masyarakat.
"Ekonomi syariah seperti pesantren. Pesantren memiliki tiga elemen utama ada santri sebagai SDM, kiai sebagai sistem nilai, kiai sebagai penjaga arah. Demikian pula ekonomi syariah. Pelaku ekonomi seperti santri, sistem syariah seperti kiai dan para ekonom syariah adalah seperti kiai-nya yang menjaga arah dan peradaban ekonomi," ungkap Ma'ruf.
(fln/sfr)