Rupiah Berotot Sore Ini, Ditutup di Rp16.759 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.759 per dolar AS pada Kamis (26/2) sore. Mata uang Garuda menguat 41 poin atau 0,24 persen dari perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp16.758 per dolar AS.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Yen Jepang melemah 0,13 persen, baht Thailand melemah 0,51 persen, yuan China menguat 0,12 persen, peso Filipina menguat 0,77 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,32 persen.
Dolar Singapura juga menguat 0,20 persen dan dolar Hong Kong terpantau stagnan pada penutupan perdagangan sore ini.
Sedangkan, mata uang utama negara maju juga kompak berada di zona hijau. Tercatat euro Eropa menguat 0,23 persen, dolar Australia menguat 0,12 persen, dan poundsterling Inggris menguat 0,03 persen. Penguatan juga dialami franc Swiss dan dolar Kanada masing-masing sebesar 0,18 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah didukung oleh kenaikan penerimaan negara dari perpajakan.
"Rupiah didukung oleh ruang fiskal yang lebih baik setelah pendapatan pajak melonjak 30,7 persen (yoy) hingga akhir Januari. Selain itu tentunya BI yang secara berkala mengintervensi menguatkan rupiah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
(ldy/sfr)