China Borong 120 Airbus saat Kanselir Jerman Kunjungi Beijing
China akan membeli 120 unit pesawat tambahan dari raksasa penerbangan Eropa, Airbus. Rencana pembelian itu diungkap Kanselir Jerman Friedrich Merz dalam kunjungannya ke Beijing, Rabu (25/2).
Merz mengatakan kepemimpinan China telah menyatakan akan memesan sejumlah besar pesawat tambahan dari Airbus.
"Total pesanan akan mencakup hingga 120 pesawat tambahan," kata Merz kepada wartawan usai bertemu Presiden China dilansir dari Euronews, Jumat (27/2).
Menurut dia, kesepakatan tersebut menunjukkan pentingnya kunjungan bilateral di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Dalam lawatan dua hari ke China, Merz bertemu Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Qiang. Pertemuan berlangsung di Wisma Tamu Negara Diaoyutai, Beijing.
Xi menyatakan China dan Jerman perlu memperkuat komunikasi strategis dan meningkatkan saling percaya di tengah situasi global yang semakin kompleks. Sementara itu, Merz menekankan pentingnya menyoroti kesamaan kepentingan kedua negara serta menghadapi tantangan bersama.
Sebelum bertolak ke Beijing, Merz menegaskan Jerman dan Uni Eropa menginginkan kemitraan yang seimbang, andal, dan adil dengan China, termasuk menciptakan level playing field bagi perusahaan-perusahaan Jerman.
Selain membahas kerja sama ekonomi, Merz juga mendorong peran China dalam membantu penyelesaian perang Rusia-Ukraina yang telah memasuki tahun keempat. Ia menyebut krisis global tak bisa diselesaikan tanpa melibatkan Beijing, mengingat pengaruh China yang juga didengar di Moskow.
"Persoalan politik global yang besar saat ini tak lagi bisa ditangani tanpa melibatkan Beijing," kata Merz.
"Suara Beijing didengar, termasuk di Moskow," lanjutnya.
Pada Kamis (26/2), Merz dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Hangzhou, pusat teknologi global, termasuk meninjau perusahaan pengembang robot humanoid, Unitree Robotics.
Pembelian hingga 120 pesawat ini dipandang menjadi sinyal penguatan hubungan ekonomi China dan Jerman, sekaligus mempertegas posisi Airbus dalam persaingan industri aviasi global.
(lau/ins)