Agar Surplus Imbang, Airlangga Bakal Percepat Impor Energi dan Pangan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan surplus perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) akan diseimbangkan melalui percepatan impor energi dan pangan.
Hal itu disampaikan Airlangga dalam Indonesia Economic Forum 2026, Senin (2/3). Ia menyebut langkah tersebut merupakan arahan langsung Presiden untuk mengurangi ketidakseimbangan neraca dagang kedua negara.
"Rencananya ada balance, karena itu juga arahan langsung dari Pak Presiden. Presiden langsung minta agar kita segera imbalance trade antara Amerika dengan Indonesia," ujar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Airlangga menjelaskan surplus perdagangan Indonesia dengan AS saat ini berada di kisaran US$17 miliar hingga US$19 miliar. Kondisi itu mendorong kedua negara menyepakati skema Agreement on Reciprocal Tariff (ART).
Lihat Juga :![]() CNN Indonesia Economic Forum Airlangga Bantah Deal Dagang Cuma Untungkan AS: Indonesia Kompetitif |
Sebagai bagian dari penyeimbangan, pemerintah mempercepat rencana pembelian energi dari AS, termasuk minyak mentah dan BBM. Selain itu, impor komoditas pangan seperti gandum dan kedelai juga menjadi bagian dari strategi tersebut.
Menurutnya, langkah ini bukan penambahan kuota impor, melainkan pengalihan sumber pembelian yang selama ini sudah berjalan secara komersial.
Pemerintah menilai kebijakan tersebut sekaligus memperkuat ketahanan energi dan pangan di tengah ketidakpastian global.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus US$950 juta pada Januari 2026.
Surplus ini terjadi karena kinerja ekspor yang tercatat US$22,16 miliar lebih tinggi dari impor yang tercatat US$21,20 miliar per Januari 2026.
(lau/ins)