BRI Bocorkan Kekuatan RI Hadapi Gejolak Global: Tak Perlu Paranoid
Direktur Treasury dan International Banking PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Farida Thamrin menilai gejolak geopolitik global tak perlu disikapi secara berlebihan oleh pelaku pasar domestik.
Menurutnya, pengalaman sejumlah konflik dunia sebelumnya menunjukkan proses pemulihan kini berlangsung lebih cepat dibanding masa lalu. Termasuk dampak perang Rusia-Ukraina yang dimulai sejak 2022.
"Kalau kita lihat secara historikal, pertama kali misalnya diserang tahun 2022, itu kita lihat recovery atau prosesnya perang itu lama. Tapi kalau kita tarik garis, itu kita lihat terakhir tahun 2025 sempat ada serangan juga, itu recovery-nya cepat. Jadi artinya apa? Artinya sebetulnya kalau kita melihatnya, sebetulnya kita nggak terlalu harus paranoid sekali ya untuk melihat hal ini," ujar Farida dalam Indonesia Economic Forum 2026 CNN Indonesia, Senin (2/3).
Ia mengakui volatilitas atau gejolak di pasar saham maupun nilai tukar bisa saja terjadi. Namun, kondisi pasar obligasi Indonesia dinilai relatif aman karena struktur kepemilikan yang kini lebih didominasi investor domestik.
Lihat Juga :CNN INDONESIA ECONOMIC FORUM BI Ungkap Dampak Tekanan Geopolitik Global bagi Indonesia |
"Zaman dulu ketika terjadi krisis, zaman kira-kira 5-10 tahun lalu, porsi asingnya memang 40 persen. Sekarang porsi asingnya tinggal 13 persen. Artinya apa? Artinya kejadian yang ada di global, kalau ada pengaruhnya di kita, mungkin tidak semua pasar finansial kita kena," katanya.
Farida menambahkan saat terjadi shock geopolitik, potensi arus keluar dana asing memang ada. Namun, investor lokal seperti dana pensiun disebut siap menyerap tekanan tersebut.
"Memang yang terjadi adalah kemungkinan asingnya besar keluar. Tapi ternyata ada dana pensiun, ada investor yang lokal, itu yang siap untuk masuk ke mari. Jadi saya masih melihat adanya resliensi," ujarnya.
Dari sisi perbankan, ia juga menepis kekhawatiran terhadap likuiditas. Meski pertumbuhan kredit sempat datar, dana pihak ketiga (DPK) justru tumbuh dua digit pada tahun lalu.
"Walaupun di luar negeri keadaannya ribut, itu sebetulnya tidak perlu takut lah. Confident aja," kata Farida.
Saksikan tayangan selengkapnya CNN Indonesia Economic Forum melalui CNN Indonesia TV dan livestreaming di cnnindonesia.com pada Rabu (3/2) dan Kamis (4/3) jam 20.30 WIB.
(lau/pta)