Waspada, Ini Daftar Titik Rawan Macet Saat Mudik Lebaran di Pulau Jawa

CNN Indonesia
Sabtu, 07 Mar 2026 03:50 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memetakan sejumlah ruas jalan nasional di Pulau Jawa yang berpotensi macet saat periode mudik Lebaran 2026.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memetakan sejumlah ruas jalan nasional di Pulau Jawa yang berpotensi macet saat periode mudik Lebaran 2026. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memetakan sejumlah ruas jalan nasional di Pulau Jawa yang berpotensi macet saat periode mudik Lebaran 2026.

Pendataan tersebut mencakup jalur lintas utara dan lintas tengah yang menjadi rute pemudik di Pulau Jawa.

"Di Pulau Jawa terdapat titik-titik utama yang menjadi perhatian khusus karena sering mengalami kejadian macet berulang," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar dalam acara diskusi di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari pemetaan PU, beberapa titik kemacetan dipicu oleh berbagai faktor seperti arus menuju pelabuhan, kawasan industri, pasar tumpah, hingga perlintasan kereta api.

Di wilayah Banten, salah satu titik rawan macet berada di Jalan Raya Cilegon menuju Pelabuhan Merak karena meningkatnya arus kendaraan yang ingin menyeberang ke Pulau Sumatra.

Kemacetan juga berpotensi terjadi di ruas Serdang-Bojonegara-Merak yang kerap mengalami bottleneck di Jembatan Terate.

Di Jawa Barat, titik rawan macet antara lain di jalur Pamanukan-Lohbener-Palimanan serta Jalan Bypass Jomin di Cikampek yang dikenal sebagai simpang padat saat arus mudik.

Selain itu, ruas Cirebon-Losari perbatasan Jawa Tengah juga sering mengalami kepadatan akibat aktivitas Pasar Tumpah Mundu.

Di Jawa Tengah, potensi kemacetan ada di ruas Kota Pemalang hingga Kota Pekalongan karena Pasar Tumpah Wiradesa serta jalur Pejagan-Prupuk.

Sementara di Jawa Timur, titik rawan kemacetan berada di ruas Bulu-perbatasan Kota Tuban, Widang-Bedahan-Babat, hingga Probolinggo-Paiton yang kerap padat karena aktivitas pasar dan kawasan wisata.

Selain jalur lintas utara, kemacetan juga berpotensi terjadi di lintas tengah Jawa seperti jalur Ciawi-Puncak-Cianjur yang kerap dipadati wisatawan.

Titik rawan macet lainnya adalah ruas Lingkar Nagreg hingga Garut, serta Jalan Raya Malangbong hingga perbatasan Kabupaten Tasikmalaya-Ciawi karena kepadatan arus lalu lintas.

Di Jawa Timur, kepadatan juga berpotensi terjadi di sejumlah ruas yang memiliki perlintasan kereta api, seperti di Caruban-Madiun-Nganjuk dan Nganjuk-Kertosono.

Kementerian PU juga membuka kanal pengaduan yang terhubung langsung dengan Menteri PU Dody Hanggodo, yakni Halo Pak Dody, yang bisa diakses melalui https://pu.go.id/halopakdody.

Kanal tersebut digunakan untuk menerima berbagai laporan masyarakat, salah satunya terkait arus mudik yang langsung terhubung dengan command center Direktorat Jenderal Bina Marga. Masyarakat juga bisa melaporkan keluhan mengenai kondisi jalan yang dapat disampaikan langsung melalui nomor WhatsApp yang tertera.

Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan aduan lain terkait pelayanan umum melalui nomor WhatsApp yang tersedia.

Masyarakat yang ingin melapor melalui Halo Pak Dody diimbau menyiapkan data pendukung. Sebab, Inspektorat Jenderal biasanya akan memproses laporan secara lebih baik apabila disertai informasi dan bukti yang valid dari pelapor.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/pta)