Rupiah Ambrol ke Rp17 Ribu Pagi Ini
Nilai tukar rupiah resmi tembus level psikologis Rp17 ribu pada perdagangan Senin (9/3). Hal ini dipicu sentimen global terkait serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran yang membuat harga komoditas minyak melonjak.
Melansir Bloomberg, awal pekan ini (9/3) rupiah terpantau melemah 84 poin atau 0,50 persen terhadap mata uang AS ke level Rp17.090 per dolar AS pukul 09.03 WIB.
Adapun pada perdagangan Jumat (6/3) sore, nilai tukar rupiah berada di level Rp16.925 per dolar AS. Mata uang Garuda melemah 20 poin atau 0,12 persen dari perdagangan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp16.919 per dolar AS.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Yen Jepang menguat 0,62 persen, baht Thailand menguat 0,44 persen, yuan China melemah 0,08 persen, peso Filipina menguat 0,66 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,15 persen.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia resmi tembus level US$100 barel per hari pada Minggu (8/3), imbas perang Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Lonjakan tersebut sekaligus menjadi rekor tertinggi sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 lalu.
Melansir CNN, lonjakan harga minyak mentah terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran investor bahwa perang yang diinisiasi AS dan Israel ke Iran akan memiliki dampak panjang. Hal tersebut memicu pembatasan berkepanjangan pada aliran distribusi minyak Timur Tengah.
Harga minyak mentah acuan jenis Brent tercatat mengalami kenaikan 12,63 persen ke level US$ 104 per barel. Sementara itu, minyak mentah AS tercatat naik 14,7 persen.
(ins)