Harga Cabai Rawit Tembus Rp131 Ribu Jelang Lebaran
Harga sejumlah komoditas pangan terpantau merangkak naik menjelang Hari Raya Idulfitri. Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menunjukkan lonjakan signifikan terutama pada komoditas cabai rawit merah.
Berdasarkan data yang dikelola Bank Indonesia dan dirilis di Jakarta, Jumat (20/3) pukul 09.35 WIB, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp131.000 per kilogram (kg). Kenaikan ini menjadikannya salah satu komoditas dengan harga tertinggi di tingkat pedagang eceran saat ini.
Mengutip Antara, tak hanya cabai, harga daging ayam ras juga terpantau cukup tinggi, yakni Rp50.200 per kg. Sementara itu, sejumlah bahan pokok lain ikut mengalami kenaikan harga. Bawang merah dijual di kisaran Rp68.400 per kg, sedangkan bawang putih mencapai Rp57.900 per kg.
Untuk komoditas beras, harga bervariasi tergantung kualitas. Beras kualitas bawah I berada di angka Rp17.550 per kg dan kualitas bawah II Rp17.750 per kg. Sementara itu, beras kualitas medium I dibanderol Rp19.200 per kg dan medium II Rp18.900 per kg.
Adapun beras kualitas premium atau super juga menunjukkan harga yang relatif tinggi. Beras kualitas super I tercatat Rp20.750 per kg, sedangkan super II berada di level Rp20.300 per kg.
Lonjakan harga juga terlihat pada komoditas cabai lainnya. Cabai merah besar dijual Rp91.750 per kg, cabai merah keriting Rp83.000 per kg, dan cabai rawit hijau Rp63.400 per kg.
Di sisi lain, harga daging sapi masih berada di level tinggi. Daging sapi kualitas I tercatat Rp168.650 per kg, sedangkan kualitas II sebesar Rp161.150 per kg.
Untuk kebutuhan dapur lainnya, gula pasir premium dijual Rp26.500 per kg dan gula pasir lokal Rp21.800 per kg. Sementara itu, harga minyak goreng curah berada di Rp21.600 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I dibanderol Rp27.950 per liter dan kemasan bermerek II Rp25.650 per liter.
Komoditas protein lainnya, seperti telur ayam ras, juga mengalami kenaikan dengan harga mencapai Rp40.800 per kg.
Kenaikan harga pangan ini lazim terjadi menjelang Lebaran, seiring meningkatnya permintaan masyarakat. Pemerintah dan otoritas terkait diharapkan terus memantau stabilitas pasokan agar lonjakan harga tidak semakin membebani konsumen.
(tis/tis)