Daftar Negara yang Kerek Harga BBM Gara-gara Perang Iran

CNN Indonesia
Sabtu, 21 Mar 2026 15:20 WIB
Harga BBM di puluhan negara melonjak dalam hampir satu bulan terakhir seiring konflik antara AS dan Israel melawan Iran yang mengganggu pasokan energi global.
Harga BBM di puluhan negara melonjak dalam hampir satu bulan terakhir seiring konflik antara AS dan Israel melawan Iran yang mengganggu pasokan energi global. Ilustrasi. (REUTERS/Khanh Vu).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga bahan bakar minyak (BBM) di puluhan negara melonjak dalam hampir satu bulan terakhir seiring konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran yang mengganggu pasokan energi global.

Mengutip Al Jazeera, lonjakan terjadi akibat terganggunya distribusi minyak dan gas dunia, terutama karena pengiriman melalui Selat Hormuz yang nyaris terhenti.

Jalur ini merupakan rute krusial bagi pasokan energi dari kawasan Teluk ke berbagai negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data Global Petrol Prices menunjukkan kenaikan harga bensin tidak hanya terjadi di satu kawasan, melainkan meluas secara global. Lonjakan paling tajam tercatat di negara-negara Asia dan negara berkembang yang sangat bergantung pada impor energi.

Asia menjadi kawasan yang paling merasakan dampak konflik ini karena ketergantungannya terhadap pasokan energi dari Teluk yang melewati Selat Hormuz.

Jepang dan Korea Selatan termasuk negara yang paling rentan. Jepang mengimpor sekitar 95 persen kebutuhan minyaknya dari kawasan Teluk, sementara Korea Selatan sekitar 70 persen.

Kedua negara mulai menyiapkan langkah darurat untuk menjaga stabilitas energi. Jepang meminta fasilitas cadangan minyak bersiap untuk pelepasan stok strategis, sementara Korea Selatan menetapkan batas harga maksimum bensin dan solar untuk pertama kalinya dalam 30 tahun.

Di Asia Selatan, tekanan dinilai lebih berat. Pakistan dan Bangladesh menghadapi keterbatasan fiskal serta cadangan energi yang lebih tipis.

Bangladesh bahkan memerintahkan seluruh universitas negeri dan swasta tutup untuk menghemat energi. Di Pakistan, kantor pemerintahan kini hanya beroperasi empat hari dalam sepekan, sekolah ditutup, dan kebijakan bekerja dari rumah 50 persen diterapkan guna menekan konsumsi bahan bakar.

Indonesia turut masuk dalam daftar negara yang mengalami kenaikan harga BBM. Harga bensin oktan 95 tercatat naik 2,65 persen, dari US$0,72 per liter menjadi US$0,74 per liter.

Selain Indonesia, kenaikan harga BBM di kawasan Asia juga terjadi di Pakistan, Maladewa, Australia, Singapura, China, Myanmar, Afghanistan, serta Sri Lanka.

Kondisi serupa juga tercatat di kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah, meliputi Uni Emirat Arab, Turki, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Korea Selatan, Qatar, Bhutan, Kazakhstan, Jepang, Yordania, hingga Kyrgyzstan.

Di luar kawasan tersebut, kenaikan harga BBM juga terpantau di berbagai negara lintas benua, seperti Puerto Rico, Jerman, Guatemala, Seychelles, Sierra Leone, Lebanon, Spanyol, Austria, Swedia, Luksemburg, Zimbabwe, Ukraina, San Marino, dan Albania.

Kenaikan harga juga terjadi di Denmark, Makedonia Utara, Moldova, Panama, Ethiopia, Belgia, Prancis, Republik Demokratik Kongo, Bulgaria, Republik Dominika, Burundi, Liberia, Italia, Mesir, Norwegia, Swiss, Latvia, Yunani, serta Suriname.

Daftar negara terdampak juga mencakup Monako, Aruba, Peru, Argentina, Andorra, Montenegro, Portugal, Curacao, Rumania, Liechtenstein, Jamaika, Grenada, Israel, Serbia, Brasil, Inggris, Islandia, Siprus, Honduras, dan Selandia Baru.

Termasuk pula El Salvador, Bosnia dan Herzegovina, Kosta Rika, Tanzania, Mauritius, Mozambik, Lithuania, Slovenia, Ghana, Barbados, Georgia, Maroko, Nikaragua, Rwanda, dan Tunisia.

Sementara, di Amerika Serikat, harga bensin reguler tercatat naik sekitar 20 persen dari rata-rata US$2,94 per galon pada Februari menjadi US$3,58 per galon.

Di sejumlah negara bagian, harga bahkan menembus US$4 per galon, sementara di California melampaui US$5 per galon, tertinggi dalam lebih dari dua tahun.

Lonjakan harga minyak global ini dikhawatirkan mendorong kenaikan harga pangan dunia, mengingat energi memegang peran krusial dalam seluruh rantai pasok, mulai dari produksi pupuk, proses pengolahan, hingga distribusi ke pasar.

Negara berpendapatan rendah dinilai paling rentan menghadapi tekanan tersebut. Selain karena porsi pengeluaran masyarakat untuk pangan lebih besar, banyak negara juga masih bergantung pada impor komoditas strategis seperti gandum dan pupuk.

Berikut 10 negara dengan kenaikan harga BBM tertinggi:

1. Kamboja: naik 67,81 persen

2. Vietnam: naik 49,73 persen

3. Nigeria: naik 35,02 persen

4. Laos: naik 32,94 persen

5. Kanada: naik 28,36 persen

6. Pakistan: naik 24,49 persen

7. Maladewa: naik 18,54 persen

8. Australia: naik 18,23 persen

9. Amerika Serikat: naik 16,55 persen

10. Singapura: naik 15,69 persen

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr) Add as a preferred
source on Google