Indonesia dan Korea Teken 10 MoU Rp173 Triliun, Fokus Energi dan AI

Kemenko Perekonomian | CNN Indonesia
Kamis, 02 Apr 2026 16:59 WIB
Foto: Arsip Kemenko Perekonomian.
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Indonesia memperkuat kemitraan strategis dengan Republik Korea melalui penandatanganan 10 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) senilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp173 triliun.

Penandatanganan kesepakatan tersebut disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), Seoul, Rabu (1/4).

"Bagi saya, kunjungan kenegaraan pertama ini sangat penting. Saya menganggap Korea sebagai sahabat dekat Indonesia dan saya ingin meningkatkan kerja sama ini," ujar Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), Seoul, Rabu (1/04).

Sebagai wujud komitmen tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung pengumuman dan pertukaran 10 Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Korea.

Kesepakatan tersebut menandai penguatan kemitraan strategis kedua negara yang terus berkembang dan diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi berbasis teknologi, industri masa depan, dan energi bersih.

Secara rinci, kerja sama tersebut meliputi pembentukan dialog strategis komprehensif, khusus, penguatan kerja sama ekonomi 2.0, pengembangan kemitraan mineral kritis, serta kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI) untuk Kesehatan dasar dan Pembangunan manusia.

Selain itu, kerja sama juga mencakup penguatan di bidang energi bersih, penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS), serta industri jasa pembangkit lepas pantai.

Lebih lanjut, kedua negara juga memperkuat kolaborasi dalam perlindungan dan penegakan hak kekayaan intelektual serta kerja sama keuangan, termasuk kemitraan antara Danantara Indonesia dengan Export-Import Bank of Korea.

Keseluruhan kesepakatan ini diharapkan mampu memperkuat fondasi industri nasional sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi kedua negara.

Kerja sama lintas sektor tersebut juga menjadi langkah konkret dalam mendorong transformasi ekonomi menuju arah yang lebih inklusif, berbasis inovasi, serta berkelanjutan.

Sinergi antara Indonesia dan Republik Korea diharapkan dapat mempercepat pengembangan industri masa depan, termasuk teknologi digital, energi baru terbarukan, dan penguatan rantai pasok global.

Selain itu, kolaborasi ini turut mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik, dengan memanfaatkan keunggulan sumber daya dan pasar domestik, serta didukung oleh teknologi dan kapasitas industri Korea Selatan.

Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi di tengah tantangan global.

"Dalam pertemuan tersebut ditandatangani MoU dengan nilai 10,2 miliar USD atau sekitar Rp173 triliun," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

(ory/ory)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK