Schneider Electric Perkuat Peran Jadi Mitra Teknologi Energi Global

Schneider Electric | CNN Indonesia
Selasa, 21 Apr 2026 19:00 WIB
Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Damar Iradat)
Jakarta, CNN Indonesia --

Transformasi global yang berlangsung cepat mendorong perubahan besar dalam sistem energi, digitalisasi, dan dinamika geopolitik. Di tengah perkembangan ini, Schneider Electric menegaskan perannya sebagai mitra teknologi energi dengan komitmen 'Advancing Energy Tech' untuk mendukung efisiensi dan keberlanjutan lintas sektor.

Di tengah perubahan dunia yang sedang terjadi, kebutuhan energi global terus meningkat secara konstan. Transisi menuju energi bersih serta percepatan digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama perubahan operasional masyarakat.

Dinamika geopolitik yang kompleks juga turut membentuk ulang cara industri dan bisnis dalam menjalankan fungsinya. Terdapat tiga megatren utama yang saat ini menciptakan tantangan sekaligus peluang besar bagi sistem energi dunia.

Lanskap energi baru, perkembangan digital, serta kondisi dunia yang multipolar menuntut sistem yang lebih efisien dan tangguh. Kebutuhan listrik global diproyeksikan meningkat sekitar 40% hingga 2035 mendatang.

Peningkatan ini setara dengan hampir 1.000 TWh per tahun akibat percepatan elektrifikasi di berbagai sektor. Pertumbuhan pusat data dan teknologi AI menjadi kontributor signifikan dalam kenaikan permintaan energi tersebut.

Kapasitas pusat data global diperkirakan akan meningkat hingga empat kali lipat sebelum tahun 2030. Di sisi lain, sekitar 97% perusahaan berencana merancang ulang rantai pasok mereka dalam waktu dekat.

Pergeseran ini mendorong rantai pasok menjadi lebih terlokalisasi, terautomasi, dan berkelanjutan untuk mencapai target net-zero. Schneider Electric memperkuat misinya sebagai mitra teknologi energi untuk menjawab berbagai perubahan global ini.

Perusahaan melakukan elektrifikasi, otomatisasi, dan digitalisasi pada setiap industri, bisnis, serta rumah hunian. Langkah ini bertujuan untuk mendorong efisiensi dan keberlanjutan bagi seluruh lapisan pelanggan di berbagai sektor.

President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Martin Setiawan, menyatakan bahwa saat ini pelanggan menghadapi berbagai tantangan kompleks mulai dari kenaikan biaya energi hingga percepatan transformasi digital. Perusahaan melihat situasi tersebut sebagai peluang untuk membangun masa depan yang lebih baik bersama.

"Melalui peran kami sebagai mitra teknologi energi, kami ingin membantu pelanggan melangkah dengan lebih percaya diri, mewujudkan bangunan yang lebih efisien, pusat data yang berkelanjutan, industri yang lebih cerdas, serta infrastruktur yang lebih tangguh dan terintegrasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4).

Lanskap Baru

Ilustrasi. (Foto: Arsip Schneider Electric)

Schneider Electric menghadirkan teknologi yang memungkinkan setiap gedung, pusat data, industri, hingga infrastruktur dan jaringan listrik beroperasi sebagai sistem yang terbuka, terhubung, dan berbasis perangkat lunak.

Pada sektor pusat data, lonjakan kebutuhan komputasi AI mendorong permintaan energi yang sangat besar. Schneider Electric menyediakan solusi inovatif seperti liquid cooling Motivair by Schneider Electric dan software-defined power untuk efisiensi fasilitas tersebut.

Di sektor bangunan, teknologi saat ini memungkinkan transformasi konsumen menjadi bagian aktif dari ekosistem energi. Penggunaan solusi SpaceLogic Room Controller membantu mengoptimalkan sistem HVAC guna menurunkan konsumsi energi secara signifikan.

Integrasi energi terbarukan pada jaringan listrik menuntut sistem yang lebih adaptif terhadap volatilitas pasokan. Melalui platform berbasis IoT, Schneider Electric membantu operator menyeimbangkan pasokan dan permintaan listrik secara presisi.

Solusi microgrid advisor berbasis AI juga digunakan untuk mengurangi intensitas emisi karbon pada infrastruktur. Sementara itu, pada sektor industri, teknologi automasi berbasis software mendukung fleksibilitas operasional yang lebih tinggi.

Industri manufaktur kini dapat beradaptasi secara real-time terhadap perubahan pasar sekaligus meningkatkan efisiensi energi. Kunci utama transformasi ini adalah integrasi antara sistem energi konvensional dengan teknologi digital.

EcoStruxure hadir sebagai platform terbuka berbasis AI yang menghubungkan perangkat operasional hingga sistem cloud. Platform ini memungkinkan pelanggan mengubah data menjadi kecerdasan industri untuk pemantauan energi secara real-time.

Sistem tersebut memberikan wawasan prediktif yang membantu pengambilan keputusan secara lebih cepat dan tepat.

Schneider Electric menyadari bahwa transformasi energi tidak dapat dilakukan sendiri. Untuk itu, perusahaan membangun ekosistem yang mencakup integrator sistem, mitra teknologi, hingga komunitas profesional kelistrikan.

Kolaborasi ini memastikan implementasi teknologi yang terukur dan relevan dengan kebutuhan spesifik di tingkat lokal. Pendekatan berbasis ekosistem menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi teknologi energi yang berkelanjutan.

Saat ini, teknologi Schneider Electric telah mendukung operasional lebih dari satu juta bangunan di seluruh dunia. Solusi perusahaan juga menjadi bagian dari infrastruktur rumah sakit global dan penyedia layanan cloud terkemuka.

Solusi perusahaan juga dikenal luas dalam teknologi tegangan menengah dan rendah, perangkat lapangan, serta sistem uninterruptible power supply (UPS). Pengalaman lebih dari satu abad memosisikan Schneider Electric di garis depan dalam menjawab tantangan energi masa depan.

(rir)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK