Pertamina Bangun Desa Rentan Jadi Resisten dengan Energi Transisi

Pertamina | CNN Indonesia
Jumat, 03 Apr 2026 18:15 WIB
Pertamina melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB) memanfaatkan energi terbarukan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi desa dan mengurangi emisi karbon.
Foto: Arsip Pertamina
Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah fluktuasi harga minyak dunia dan meningkatnya ancaman perubahan iklim, harapan justru muncul dari desa-desa di berbagai wilayah Indonesia.

Pemanfaatan energi baru terbarukan dan penerapan teknologi tepat guna mulai menggerakkan perekonomian desa, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi dampak krisis iklim maupun bencana alam.

Salah satu contohnya terlihat di Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Aceh. Melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina, masyarakat memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kilowatt-peak (kWp) dengan baterai 10 kilowatt per jam (kWh).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Energi bersih tersebut digunakan untuk mengoperasikan aerator dan mesin pakan tambak, sehingga mampu meningkatkan produktivitas hingga 40 persen dan menambah pendapatan warga sekitar Rp6-8 juta per bulan.

Di tengah antusiasme warga, bencana Sumatra dan Aceh pada 2025 turut menyapu udang dan ikan di tambak warga. Beruntung, perangkat PLTS tetap dapat beroperasi, sehingga masyarakat dapat bangkit kembali menata ulang usaha tambaknya.

"Paskabanjir, kami sempat kehilangan segalanya. Berkat dukungan Program DEB Pertamina, kami bisa bangkit kembali, memulai usaha, dan menjalani kehidupan dengan lebih mandiri," ungkap Local Hero di Program Gampong Berdikari budi daya udang vaname di Desa Padang Sakti, Muhrizal dikutip Jumat (3/4).

DEB memberi nilai ekonomi sampai Rp5,5 miliar per tahun dan mampu mengurangi emisi hingga 1,09 juta ton Co2eq per tahun.

Besarnya manfaat DEB ini membawa kiprah Pertamina diakui secara global. Bersama 23 perusahaan dunia, antara lain Aviva Plc, British Airways, CEMEX, General Motors, Lenovo, hingga Saudi Aramco, Pertamina meraih penghargaan internasional Sustainability, Environmental Achievement & Leadership (SEAL) Awards 2026 untuk kategori Inisiatif Lingkungan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas berbagai inisiatif nyata di bidang lingkungan dan keberlanjutan yang berdampak positif bagi masyarakat.

Pertamina dinilai berhasil menghadirkan solusi inovatif melalui energi baru dan terbarukan, membawa masyarakat pada ketahanan ekonomi dan adaptasi perubahan iklim di komunitas pedesaan.

"Apresiasi internasional ini adalah kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat desa yang telah menjadi bagian dari penggerak perubahan, serta pemerintah daerah dan mitra lokal. Ini menjadi motivasi bagi Pertamina untuk terus menghadirkan inovasi yang berdampak nyata, terutama dalam memperkuat resiliensi desa menghadapi dinamika global," ujar Baron.

Pertamina telah membangun 252 DEB di seluruh Indonesia. Sebanyak 64% DEB berada di luar Pulau Jawa untuk pemerataan pembangunan. Selain itu, sebanyak 156 DEB memproduksi 15,8 ribu ton bahan pangan beras dan 890,4 ton bahan pangan non beras, untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

"Pemanfaatan energi baru terbarukan Pertamina DEB terdiri dari panel surya, mikrohidro, biogas dan energi terbarukan lainnya. Kami berharap dengan pemanfaatan energi transisi, masyarakat desa tak hanya memiliki ketahanan energi, tapi juga penggerak aktivitas ekonomi," ungkap Baron.

Ke depan, Pertamina berkomitmen untuk memperluas inisiatif berbasis energi bersih dan pemberdayaan masyarakat. Harapannya, semakin banyak desa di Indonesia yang tidak hanya mampu menghadapi gejolak ekonomi dan perubahan iklim, tetapi juga tumbuh menjadi pusat kemandirian energi dan ekonomi baru.

Pemanfaatan energi baru terbarukan ini juga sejalan dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) Pemerintah pada tahun mendatang. Pertamina berkomitmen mendorong transisi energi, tak hanya menjadi sumber energi namun sebagai upaya menurunkan emisi karbon di Indonesia.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.

(inh) Add as a preferred
source on Google