Purbaya Respons soal Diremehkan: Saya Sudah Hitung Anggaran Sejak 2002
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons keraguan sejumlah pihak yang menilai dirinya tidak mampu mengelola anggaran negara.
Purbaya awalnya menjelaskan bagaimana saat ini pemerintah masih memiliki bantalan fiskal dari dana Saldo Anggaran Lebih (SAL).
Menurut penjelasan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), SAL adalah tabungan negara yang berasal dari sisa lebih anggaran di tahun-tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SAL tidak digunakan untuk kas harian, tetapi sebagai cadangan fiskal, investasi jangka pendek pemerintah, dan pengaman keuangan saat negara menghadapi krisis.
Menurut Purbaya, dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas anggaran ketika misalnya saat ini harga minyak mentah dunia meningkat karena perang di Timur Tengah.
"Ketika keadaan seperti ini, kita masih punya tambahan bantalan tadi (SAL). Jadi anggaran kita aman," ujar Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4).
Purbaya mengatakan pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Komisi XI DPR RI terkait pengelolaan SAL guna menjaga keberlanjutan fiskal.
Saat ini, kata dia, total SAL mencapai Rp420 triliun. Dana tersebut di antaranya terdiri dari Rp300 triliun yang ditempatkan di perbankan, sisanya di Bank Indonesia.
Purbaya kemudian menanggapi cibiran yang menyebut dirinya tidak bisa menghitung anggaran negara. Ia menegaskan telah berpengalaman menghitung anggaran sejak awal 2000-an.
"Nanti ada yang bilang Pak Purbaya tidak bisa hitung. Saya sudah menghitung anggaran sejak tahun 2002, 2003, 2005," ujar Purbaya.
Ia mengungkap pernah menjadi penasihat pemerintah, termasuk saat kenaikan harga BBM sebesar 126 persen pada 2005.
Saat itu, ia menjadi salah seorang yang menghitung detail dampak kenaikan harga BBM ke anggaran.
Purbaya juga menyebut Indonesia bahkan pernah memiliki model perhitungan fiskal yang mampu memproyeksikan perubahan asumsi harga minyak mentah dunia hingga 10 tahun ke depan.
"Jadi di luar orang bilang, 'Pak menteri keuangannya tidak bisa menghitung.' Saya hanya menegaskan di sini bahwa saya bisa hitung," ujar Purbaya.
(dhz/ins) Add
as a preferred source on Google