BI Buka Suara soal Rupiah Tembus Level Terendah Sepanjang Sejarah
Bank Indonesia (BI) buka suara soal nilai tukar rupiah yang tembus rekor terlemah sepanjang sejarah pada Selasa (7/4), hingga menyentuh level Rp17.105 per dolar AS.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi saat ini stabilitas menjadi prioritas utama bagi Bank Sentral.
Destry menyampaikan BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter (OM) yang dimiliki dan juga kebijakan OM untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BI secara konsisten dan terukur akan selalu berada di pasar uang, baik di spot market, DNDF maupun NDF di-offshore market," ujar Destry dalam keterangan resmi tertulis, Selasa (7/4).
Menurutnya, dampak konflik Timur Tengah bersifat dua arah, yakni kenaikan harga komoditas dan posisi Indonesia sebagai negara eksportir dapat memberikan efek positif bagi perekonomian kita.
Dengan demikian, Indonesia tetap dapat mengimbangi tekanan terhadap nilai tukar akibat eskalasi tersebut.
"Dampak konflik Timur Tengah bersifat dua arah, di mana kenaikan harga komoditas dan posisi Indonesia sebagai negara eksportir dapat memberikan efek positif bagi perekonomian kita, sehingga dapat mengimbangi tekanan terhadap nilai tukar akibat eskalasi tersebut," tambahnya.
Diketahui, nilai tukar rupiah mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah pada Selasa (7/4) dengan nilai sebesar Rp17.105 per dolar AS.
Mata uang Garuda melemah 70 poin atau 0,41 persen dari perdagangan sebelumnya. Level tersebut sekaligus menandai level terendah baru sepanjang sejarah pergerakan rupiah.
Sebelumnya, rupiah sempat menyentuh level terendah pada krisis moneter 1998 dan berada di level Rp16.800 per dolar AS.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp17.092 per dolar AS.
as a preferred source on Google