Harga Minyak Rontok 14 Persen, Tinggalkan Level US$100 per Barel

CNN Indonesia
Rabu, 08 Apr 2026 10:06 WIB
Harga minyak anjlok 14 persen pada perdagangan Rabu (8/4) meninggalkan level US$100 usai Trump mengumumkan gencatan senjata sementara dengan Iran.
Harga minyak anjlok 14 persen pada perdagangan Rabu (8/4) meninggalkan level US$100 usai Trump mengumumkan gencatan senjata sementara dengan Iran. (Dok. AKR Corporindo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia anjlok tajam pada perdagangan Rabu (8/4) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran.

Harga minyak Brent merosot US$14,84 atau 13,6 persen ke level US$94,43 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) amblas US$16,13 atau 14,3 persen menjadi US$96,82 per barel.

Penurunan tajam ini terjadi setelah Trump menyatakan telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, hanya beberapa jam sebelum tenggat yang ia tetapkan bagi Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Analis MST Marquee Saul Kavonic menilai, bahkan jika kesepakatan damai tercapai, Iran berpotensi lebih sering mengancam Selat Hormuz di masa depan, sehingga risiko terhadap jalur tersebut akan tetap diperhitungkan pasar.

"Bahkan dengan kesepakatan damai, Iran mungkin akan lebih sering mengancam Selat Hormuz di masa depan, dan pasar akan tetap memperhitungkan risiko yang lebih tinggi terhadap jalur tersebut," ucap Saul dikutip Reuters.

Sebelumnya, konflik antara AS dan Israel melawan Iran memicu lonjakan harga minyak bulanan terbesar dalam sejarah pada Maret, dengan kenaikan lebih dari 50 persen.

Trump menyatakan pihaknya telah menerima proposal Iran dan menilai kedua pihak semakin dekat untuk mencapai kesepakatan damai jangka panjang. Namun, analis IG Tony Sycamore mengingatkan masih banyak ketidakpastian yang harus diselesaikan.

"Ini awal yang baik dan bisa membuka jalan menuju pembukaan yang lebih permanen, tetapi masih banyak hal yang belum pasti," kata Tony.

Di pasar, harga acuan WTI masih diperdagangkan lebih mahal dibandingkan Brent, kondisi yang tidak biasa karena kontrak pengiriman WTI untuk Mei lebih dekat dibandingkan Brent untuk Juni, mencerminkan permintaan jangka pendek yang lebih tinggi.

Meredanya ketegangan geopolitik mendorong aksi jual di pasar energi global, yang berujung pada koreksi tajam harga minyak pada awal perdagangan.

Kemarin, Trump menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah menuju perdamaian jangka panjang. Dalam pernyataannya di platform Truth Social, ia menegaskan bahwa gencatan senjata akan berlaku dua arah.

"Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah! Alasan kami melakukannya adalah karena kami telah mencapai bahkan melampaui semua tujuan militer," tulis Trump.

Ia juga menyebut proposal dari Iran dapat menjadi dasar negosiasi lanjutan dan optimistis kesepakatan final bisa tercapai dalam masa jeda dua pekan tersebut.

Di sisi lain, televisi pemerintah Iran mengklaim Trump telah menerima syarat yang diajukan Teheran untuk mengakhiri konflik, bahkan menyebutnya sebagai "kemunduran yang memalukan" bagi AS.

Kesepakatan ini dimediasi Pakistan dan turut melibatkan Israel, yang disebut telah menyetujui penghentian sementara operasi militernya terhadap Iran. Namun, tak lama setelah pengumuman, militer Israel melaporkan adanya peluncuran rudal dari Iran.

Gencatan senjata ini menjadi pembalikan drastis setelah sebelumnya Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali sebelum tenggat waktu. Ancaman tersebut sempat mengguncang pasar energi global dan mendorong harga minyak melonjak tajam.

Selama konflik enam pekan terakhir, lebih dari 5.000 orang dilaporkan tewas di hampir selusin negara, termasuk lebih dari 1.600 warga sipil di Iran, menurut data pemerintah dan kelompok hak asasi manusia.

Penutupan Selat Hormuz sebelumnya memperketat pasokan energi global dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi hingga potensi resesi.

Dengan meredanya ketegangan geopolitik, pasar merespons cepat melalui aksi jual, yang menyebabkan harga minyak terkoreksi tajam pada awal perdagangan.

[Gambas:Video CNN]

(lau/pta) Add as a preferred
source on Google