Prabowo: Orang Kaya Kalau Mau Pakai BBM, Beli yang Mahal
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kelompok masyarakat mampu pada saatnya akan membeli bahan bakar dengan harga pasar, sementara subsidi BBM akan difokuskan untuk rakyat kecil.
Sang Kepala Negara menegaskan pemerintah menyiapkan langkah untuk mengendalikan konsumsi energi dalam jangka pendek.
"Sebagian langkah-langkah sudah kita umumkan, sebagian langkah-langkah untuk kita kendalikan konsumsi daripada bahan bakar untuk jangka pendek ini. Jangka pendek yang saya anggap kritis adalah satu tahun ke depan ini," ujarnya dalam Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).
Ia menyebut kondisi energi nasional masih relatif aman karena Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada jalur distribusi tertentu seperti Selat Hormuz serta memiliki alternatif pasokan dan kekuatan domestik.
"Untuk BBM yang bersubsidi kita akan pertahankan untuk rakyat kecil. Kita akan pertahankan untuk 80 persen rakyat kita," ujar Prabowo.
Namun, ia menegaskan kebijakan berbeda akan diterapkan bagi masyarakat mampu dalam penggunaan BBM.
"Pada saatnya, orang-orang kuat, orang-orang kaya, kalau mau pakai bensin yang mahal, ya dia harus bayar harga pasar. Lo sudah kaya, minta subsidi lagi, ya enggak lah," ujarnya.
Di tengah upaya efisiensi energi, pemerintah menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) satu hari dalam sepekan, yakni setiap Jumat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan ini diatur melalui Surat Edaran Menpan RB dan Kementerian Dalam Negeri.
Selain WFH, pemerintah membatasi penggunaan mobil dinas hingga 50 persen, kecuali untuk operasional dan kendaraan listrik, serta mendorong penggunaan transportasi publik.
Pembatasan juga dilakukan pada perjalanan dinas, yakni hingga 50 persen untuk dalam negeri dan 70 persen untuk perjalanan luar negeri, sebagai bagian dari langkah penghematan energi di tengah situasi global.