Harga Tiket Pesawat Melesat Naik, Jakarta-Bali Tembus Rp4 Juta
Harga tiket pesawat domestik terpantau mengalami kenaikan signifikan usai lonjakan harga avtur pada April 2026.
Berdasarkan data Google Flights, sejumlah rute dari Jakarta menunjukkan harga tiket berada di atas kisaran normal.
"Harga tiket saat ini terpantau tinggi untuk pencarian ini," demikian peringatan pada laman Google Flights untuk sejumlah rute domestik.
Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com, harga tiket rute Jakarta-Surabaya untuk periode 17-19 April 2026 berada di kisaran Rp2,4 juta hingga Rp2,5 juta untuk penerbangan pulang-pergi.
Angka ini melampaui harga normal yang biasanya berada di rentang Rp1,65 juta hingga Rp2,15 juta.
Untuk rute ini, maskapai Lion Air menawarkan tiket sekitar Rp2.415.174, disusul Citilink Indonesia Rp2.504.599, dan Batik Air Rp2.551.725. Seluruhnya berada di atas batas atas harga historis yang tercatat di platform tersebut.
Kenaikan serupa juga terjadi pada rute Jakarta-Medan. Harga tiket pulang-pergi tercatat mulai dari Rp3,5 juta hingga Rp4,6 juta, jauh di atas kisaran normal Rp2,7 juta hingga Rp3,3 juta. Lion Air tercatat menawarkan tiket Rp3.519.874, Citilink Rp3.668.549, dan Garuda Indonesia bahkan mencapai Rp4.656.265.
Sementara itu, rute Jakarta-Makassar juga menunjukkan tren kenaikan harga. Tiket pulang-pergi berada di kisaran Rp3,4 juta hingga Rp3,7 juta, lebih tinggi dari harga normal Rp3 juta hingga Rp3,3 juta.
Sedangkan maskapai Lion Air menawarkan tiket Rp3.440.789, diikuti Citilink Rp3.502.899 dan Batik Air Rp3.744.460.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada rute Jakarta-Bali. Harga tiket tercatat di kisaran Rp3,6 juta hingga Rp4 juta, padahal harga normal berada di rentang Rp1,95 juta hingga Rp2,45 juta.
Garuda Indonesia menawarkan tiket Rp3.681.817, Citilink Rp3.690.812, Lion Air Rp3.744.186, dan Batik Air mencapai Rp4.084.284.
Tidak hanya domestik, lonjakan harga juga terlihat pada rute internasional jarak dekat. Rute Jakarta-Singapura tercatat di kisaran Rp4 juta hingga Rp4,3 juta, lebih tinggi dari harga normal Rp1,75 juta hingga Rp2,65 juta.
Maskapai Scoot menawarkan Rp4.004.876, Indonesia AirAsia Rp4.090.255, dan Batik Air Rp4.211.855.
Rute Jakarta-Kuala Lumpur juga mengalami kenaikan, dengan harga tiket sekitar Rp2,7 juta hingga Rp2,8 juta, dibandingkan harga normal Rp1,55 juta hingga Rp2,3 juta.
Sementara rute Jakarta-Bangkok melonjak hingga Rp6,5 juta hingga Rp7,8 juta, jauh di atas kisaran normal Rp3,25 juta hingga Rp4,85 juta.
Kenaikan harga tiket ini sejalan dengan lonjakan harga avtur PT Pertamina (Persero) yang meningkat hingga 72,45 persen sejak 1 April 2026. Di Bandara Soekarno-Hatta, harga avtur naik dari Rp13.656 per liter pada Maret menjadi Rp23.551 per liter pada April.
Kenaikan tersebut turut mendorong penyesuaian biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) sebesar 38 persen.
Pemerintah juga menetapkan batas kenaikan tarif tiket pesawat domestik di kisaran 9 hingga 13 persen untuk menjaga daya beli masyarakat.
Di sisi lain, maskapai menyebut biaya bahan bakar menyumbang sekitar 40 persen dari total biaya operasional. Hal ini membuat tekanan terhadap harga tiket sulit dihindari di tengah kenaikan harga energi global akibat konflik geopolitik.
Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan harga tiket sekaligus memberikan sejumlah insentif, termasuk pembebasan bea masuk suku cadang pesawat, guna menjaga keseimbangan antara keberlanjutan industri penerbangan dan keterjangkauan tarif bagi masyarakat.