Rupiah Sentuh Level Terendah, Terancam Tembus Rp20 Ribu per Dolar AS?

CNN Indonesia
Senin, 13 Apr 2026 14:48 WIB
Pengamat menilai peluang rupiah tertekan hingga menembus Rp20 ribu per dolar AS dalam waktu dekat masih sangat kecil.
Pengamat menilai peluang rupiah tertekan hingga menembus Rp20 ribu per dolar AS dalam waktu dekat masih sangat kecil. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.128 per dolar AS pada Senin (13/4) pagi. Mata uang Garuda melemah 24 poin atau 0,14 persen dari perdagangan sebelumnya.

Posisi tersebut sekaligus menjadi rekor terendah rupiah sepanjang sejarah. Pekan lalu, rupiah sempat menyentuh level Rp17.104 per dolar AS pada Jumat (10/4) sore sebelum kembali melemah.

"Iya (mencapai rekor terendah)," kata Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi kepada CNNIndonesia.com.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas itu menjelaskan, tekanan terhadap rupiah dipicu kenaikan harga minyak mentah dunia yang kembali menembus US$100 per barel.

Pada Senin ini, kontrak minyak mentah Brent naik US$6,71 atau 7,05 persen menjadi US$101,91 per barel pada pukul 01:04 GMT atau 08:04 WIB.

Lalu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS tercatat berada di US$104,16 per barel, naik US$7,59 atau 7,86 persen.

Menurut Ibrahim, kenaikan harga minyak membuat kebutuhan dolar untuk impor meningkat, sehingga memberi tekanan tambahan terhadap rupiah.

"Pemerintah kan membutuhkan dana untuk membeli minyak 800-900 ribu paralel per hari. Itu berarti pemerintah harus mengimpor minyak yang cukup besar ya dengan dolar yang cukup besar. Inilah yang membuat Rupiah mengalami pelemahan," ujar Ibrahim.

Ia memprediksi tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut sepanjang April. Nilai tukar diperkirakan melemah hingga Rp17.400 per dolar AS.

Ibrahim menilai ketidakpastian konflik geopolitik dan lonjakan harga minyak menjadi faktor utama. Apalagi, gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya memberi harapan mereda, dilaporkan gagal mencapai kesepakatan.

"Kalau hari ini Rp17.128 itu tertinggi, tapi di bulan April kemungkinan besar ini akan menuju ke Rp17.400," ujar Ibrahim.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal memberi pandangan serupa.

Tekanan terhadap rupiah pada awal pekan ini dipicu kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan.

"Faktor sentimen itu bisa mengubah kondisi 180 derajat dalam waktu singkat," ujar Faisal saat ditemui di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Senin.

Namun, menurut dia, tekanan tajam tersebut biasanya terjadi pada fase awal, lalu berangsur mereda seiring adanya intervensi dari otoritas terkait di dalam negeri.

Dengan berbagai upaya tersebut, Faisal memproyeksikan rupiah masih berpeluang menguat kembali hingga kisaran Rp16.900 per dolar AS.

Di tengah pelemahan ini, ia juga menilai rupiah belum akan terdepresiasi hingga Rp20 ribu per dolar AS dalam waktu dekat.

"Kalau saya lihat dari kaca mata sekarang itu potensinya untuk di atas apalagi sampai Rp20 ribu itu masih relatif kecil. Nah, tapi apapun ini kan kondisi rupiah, kondisi ekonomi, ini bergantung pada kondisi geopolitik. Susah kita prediksi," ujar Faisal.

Namun, ia menilai level psikologis baru rupiah saat ini berada di kisaran Rp17 ribu per dolar AS.

[Gambas:Youtube]

(dhz/sfr) Add as a preferred
source on Google