Bos Raksasa Properti China Evergrande Akui Lakukan Penipuan dan Suap
Pendiri raksasa properti China Evergrande Group, Hui Ka Yan, mengaku bersalah atas sejumlah dakwaan, termasuk penipuan penggalangan dana publik dan suap, dalam persidangan.
Pengakuan tersebut disampaikan dalam sidang yang berlangsung selama dua hari, sekitar tiga tahun setelah Hui berada di bawah pengawasan aparat atas dugaan aktivitas kriminal.
"Kami mencatat bahwa terdakwa mengaku bersalah di pengadilan dan menyampaikan penyesalan," tulis laporan media pemerintah China, Xinhua, pada Selasa (14/4).
Hui didakwa atas berbagai pelanggaran, mulai dari penyerapan dana publik secara ilegal, penipuan penggalangan dana, hingga penerbitan sekuritas secara curang. Ia juga disebut terlibat dalam praktik suap, penggelapan, serta pemberian pinjaman secara tidak sah.
Hui, yang pernah menjadi orang terkaya kedua di Asia, merupakan salah satu konglomerat yang terseret dalam gelombang pengetatan pemerintah China terhadap sektor swasta.
Dalam pernyataan terakhirnya di pengadilan, Hui menyatakan penyesalan atas perbuatannya. Namun, belum ada rincian lebih lanjut terkait putusan hukuman yang akan dijatuhkan dalam kasus tersebut.
Kasus ini menjadi babak penting dalam kejatuhan Evergrande Group, pengembang properti dengan utang tertinggi di dunia melebihi US$300 miliar.
Runtuhnya Evergrande pada 2021 disebut sebagai salah satu pemicu utama krisis di sektor properti China, yang hingga kini masih mengalami tekanan.
Dampaknya juga dirasakan luas, mulai dari investor obligasi global hingga perbankan domestik yang menanggung kerugian miliaran dolar.
(lau/pta)