Pengusaha Teriak Harga Plastik Bisa Melambung hingga 70 Persen
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memperkirakan harga plastik bisa naik hingga 70 persen di tengah perang di Timur Tengah yang tak kunjung reda. Hal ini membuat dunia usaha ketar-ketir.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam mengatakan dampak perang terasa di semua sektor industri, terutama yang bergantung pada bahan baku impor seperti nafta dan gas. Padahal, produk turunan nafta alias plastik sangat penting bagi dunia usaha.
"Bayangin aja harga plastik bisa naik 60 persen, 70 persen. Dan hampir semua produk menggunakan plastik kan, terutama bahan makanan gitu," ujar Bob dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI, Selasa (14/4).
Ia memperingatkan dunia usaha berpotensi terganggu, bahkan produksi terancam berhenti pada Mei akibat terhambatnya rantai pasok global gara-gara perang Timur Tengah ini. Sebab, sejumlah industri mulai kesulitan bahan baku.
"Kita enggak tahu nih April atau Mei kita masih bisa produksi apa enggak, gitu loh. Ini situasi yang kita hadapi saat ini. Sebagai contoh bahan baku plastik ini sudah enggak ada, sudah langka," jelasnya.
Bob menjelaskan kelangkaan bahan baku, terutama yang berbasis impor seperti turunan minyak bumi, mulai dirasakan luas oleh industri. Kondisi ini dinilai berisiko mengganggu keberlanjutan produksi, terutama di sektor makanan dan minuman yang sangat bergantung pada plastik.
"Padahal yang namanya makanan, minuman itu pakai plastik gitu loh. Nah ini kalau hubungan kita enggak kuat bisa celaka ini kita menghadapi situasi ekonomi yang benar-benar sangat berat," pungkasnya.