Penjual LPG Nonsubsidi Was-was Pembeli Sepi Imbas Harga Naik Rp40 Ribu

CNN Indonesia
Selasa, 21 Apr 2026 06:35 WIB
Pedagang was-was penjualan LPG 12 kg turun imbas kenaikan harga gila-gilaan di Kota Tangerang, Banten. Ilustrasi. (CNN Indonesia/​Adhi Wicaksono).
Tangerang, CNN Indonesia --

Pedagang was-was penjualan LPG 12 kg turun imbas kenaikan harga gila-gilaan di Kota Tangerang, Banten.

Pemilik pangkalan LPG di Ciater, Serpong, Bobi Hartanto, mengatakan kenaikan terjadi pada tabung ukuran 12 kilogram dan 5,5 kilogram.

Harga LPG 12 kilogram naik sekitar Rp40 ribu, dari Rp215 ribu menjadi Rp255 ribu. Sementara tabung 5,5 kilogram naik Rp20 ribu, dari Rp120 ribu menjadi Rp140 ribu.

"Stok di pangkalan saat ini masih aman, tidak ada kendala. Hanya saja memang harga yang naik cukup tinggi," ujar Bobi, Senin (20/4).

Ia menyebut respons konsumen beragam. Sebagian pelanggan mengaku kaget, namun ada pula yang tetap membeli seperti biasa.

Meski belum terlihat peralihan ke LPG subsidi 3 kilogram, Bobi memperkirakan kenaikan harga ini dapat berdampak pada penurunan penjualan.

"Belum ada yang beralih ke tabung melon, tapi kemungkinan penjualan akan agak menurun," ujarnya.

Bobi menilai lonjakan harga yang terjadi dalam waktu singkat menjadi perhatian pelaku usaha. Meski demikian, ia memastikan pasokan gas di tingkat pangkalan masih terjaga.

"Kalau soal stok tidak khawatir, cuma kenaikannya cukup tinggi," ujarnya.

Kondisi serupa juga terjadi di pangkalan lain di wilayah Ciater. Seorang penjaga pangkalan, Rendi, menyebut stok LPG masih aman, baik untuk non-subsidi maupun subsidi.

Ia merinci, stok LPG 12 kilogram tersedia 18 tabung dan 5,5 kilogram sebanyak 4 tabung. Sementara LPG subsidi 3 kilogram mencapai 180 tabung.

"Hari ini masih ada pembeli LPG non-subsidi, sekitar enam orang," ujar Rendi.

Meski begitu, ia mengaku tidak mengetahui kondisi stok secara keseluruhan di tingkat agen.

(arl/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK