Rupiah Perkasa ke Rp17.143 per Dolar AS Berkat Sentimen Timteng
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.143 per dolar AS pada perdagangan Selasa (21/4) sore. Mata uang Garuda menguat 25 poin atau 0,15 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang berada di zona hijau terhadap dolar AS. Yuan China naik 0,03 persen, peso Filipina menguat 0,07 persen, dan won Korea Selatan terapresiasi 0,07 persen.
Namun, sebagian mata uang Asia lainnya masih berada di zona merah. Dolar Singapura melemah 0,14 persen, yen Jepang turun 0,09 persen, serta ringgit Malaysia terdepresiasi 0,03 persen.
Sementara itu, mata uang utama negara maju cenderung melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,17 persen, poundsterling Inggris melemah 0,15 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,28 persen. Di sisi lain, dolar Kanada melemah 0,05 persen, serta franc Swiss turun 0,10 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah masih ditutup menguat meski tidak sebesar pada sesi awal perdagangan.
"Rupiah masih ditutup menguat walau tidak sebesar di sesi awal. Sentimen yang beragam akan harapan perdamaian di Timur Tengah kembali menekan rupiah. Walau demikian rupiah masih didukung oleh langkah pemerintah menaikkan harga BBM dan investor juga mengantisipasi kemungkinan BI akan bersikap 'hawkish' dalam RDG besok," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/4).