ESDM Bantah Kapal Tanker yang Sukses Melintas Hormuz Memuat LPG RI
Kementerian ESDM membantah informasi soal satu kapal tanker yang berhasil melintas Selat Hormuz pada akhir pekan lalu memuat LPG untuk Indonesia.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia memastikan informasi yang menyebut kapal tanker itu memuat LPG untuk Indonesia tidak benar.
"Sejauh ini laporan dari Pertamina, yang kami terima informasi yang beredar tersebut tidak benar," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan laporan Pertamina, kapal perusahaan yang terjebak di kawasan teluk adalah kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro. Kedua kapal masih tertahan belum bisa melintasi Selat Hormuz.
"Kapal Pertamina hanya Pride dan Gamsunoro. Dan tidak ada kargo LPG yang dibawa untuk Indonesia," imbuh Dwi Anggia.
Bantahan serupa disampaikan PT Pertamina International Shipping (PIS).
Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita mengaku tidak mengetahui informasi mengenai kapal tanker tersebut memuat LPG untuk Indonesia. Sebab, kapal yang melintas bukan milik Pertamina dan tidak mengangkut kargo milik perusahaan.
"Kapal tersebut bukan kapal Pertamina dan tidak membawa kargo Pertamina," ujar Vega kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/4).
Senin lalu, Reuters melaporkan salah satu kapal tanker yang berhasil melintas Selat Hormuz memuat LPG dengan tujuan Indonesia.
Laporan Reuters mengacu pada data perusahaan analitik pelayaran, Kpler. Reuters melaporkan kapal tanker LPG tersebut melewati Selat Hormuz bersama 20 kapal lain pada Sabtu lalu (18/4).
Kpler mengatakan jumlah kapal yang melintas Selat Hormuz akhir pekan lalu menjadi angka tertinggi sejak 1 Maret 2026.
Dari kapal-kapal yang melintas pada Sabtu kemarin, lima di antaranya diketahui terakhir kali mengangkut muatan dari Iran. Muatannya mulai dari produk minyak hingga logam. Tiga kapal di antaranya merupakan pengangkut LPG, dengan tujuan masing-masing ke China dan India.
Lalu ada satu tanker yang memuat LPG dengan tujuan Indonesia. Kapal itu adalah tanker berbendera Panama, Crave, yang mengangkut LPG dari Uni Emirat Arab menuju Indonesia.
Selanjutnya, dua dari tiga tanker, Akti A dan Athina, mengangkut produk olahan minyak dari Bahrain dan masing-masing menuju Mozambik dan Thailand.
Kapal tanker berbendera Liberia, Navig8 Macallister, mengirimkan sekitar 500 ribu barel nafta dari Uni Emirat Arab ke Ulsan, Korea Selatan.
Lalu, kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) berbendera Liberia, Fpmc C Lord, mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah Arab Saudi dan menuju Pelabuhan Mailiao di Taiwan, serta kapal berbendera India, Desh Garima, yang membawa sekitar 780 ribu barel minyak mentah Das dari Uni Emirat Arab, sedang menuju Sri Lanka.
Kemudian, kapal Ruby yang membawa pupuk dari Qatar sedang menuju Uni Emirat Arab. Kapal tanker Merry M membawa petroleum coke dari Arab Saudi menuju Ravenna, Italia, juga berhasil melintas.
Saat ini, Selat Hormuz kembali ditutup Iran gara-gara Amerika Serikat (AS) menodai kesepakatan gencatan senjata sementara.
(ldy/pta) Add
as a preferred source on Google
