Rupiah Keok ke Rp17.184 Sore Ini, Tertekan Gejolak Timur Tengah

CNN Indonesia
Rabu, 22 Apr 2026 16:30 WIB
Nilai tukar rupiah melemah 0,57 persen ke Rp17.184 per dolar AS pada perdagangan Rabu (22/4) sore.
Nilai tukar rupiah melemah 0,57 persen ke Rp17.184 per dolar AS pada perdagangan Rabu (22/4) sore. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.184 per dolar AS pada perdagangan Rabu (22/4) sore. Mata uang Garuda melemah 98,1 poin atau 0,57 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang cenderung tertekan terhadap dolar AS. Yuan China naik tipis 0,02 persen, sementara peso Filipina melemah 0,32 persen dan ringgit Malaysia terdepresiasi 0,07 persen.

Di sisi lain, sebagian mata uang Asia bergerak menguat. Dolar Singapura naik 0,11 persen, yen Jepang menguat 0,03 persen, won Korea Selatan terapresiasi 0,31 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, mata uang utama negara maju bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Euro Eropa menguat 0,07 persen, poundsterling Inggris naik 0,15 persen, dan dolar Australia terapresiasi 0,16 persen. Dolar Kanada juga menguat 0,11 persen, diikuti franc Swiss yang naik 0,13 persen.

Direktur PT Trijaya Pratama Futures sekaligus pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik.

"Penguatan dolar AS terjadi di tengah ketidakpastian geopolitik, termasuk rencana perpanjangan gencatan senjata Amerika Serikat dengan Iran yang belum pasti serta masih adanya blokade dan tensi militer di kawasan Timur Tengah," ujar Ibrahim kepada CNNIndonesia.com.

Ia menjelaskan kondisi tersebut turut berdampak pada terganggunya jalur distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz yang menyalurkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar.

Selain faktor eksternal, tekanan juga datang dari dalam negeri. Menurutnya, pasar mencermati besarnya kebutuhan pembiayaan pemerintah pada 2026, dengan jatuh tempo utang mencapai Rp833,96 triliun atau yang kerap disebut sebagai "tembok utang".

"Di sisi lain, keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan global," katanya.

Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya masih fluktuatif, namun cenderung melemah di kisaran Rp17.180 hingga Rp17.220 per dolar AS.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr) Add as a preferred
source on Google