Siapa Dua Dirjen Kemenkeu yang Dicopot Purbaya?
Dua pejabat eselon I yang menjabat direktur jenderal (dirjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dicopot Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Kedua pejabat yang dicopot Purbaya adalah Dirjen Anggaran Luky Alfirman dan Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu.
Purbaya mengatakan kedua posisi tersebut sudah diisi oleh pelaksana harian (plh) sejak Selasa (21/4).
"(Dirjen Anggaran serta Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal diganti?) Iya, sudah dikasih Plh sekarang. Dari kemarin sore sudah aktif," kata Purbaya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, dikutip Detik, Rabu (22/4).
Purbaya mengungkapkan bakal mencarikan jabatan baru untuk kedua pejabat senior Kemenkeu tersebut. Namun, ia belum membeberkannya.
"Istirahat dulu. Nanti dicari tempat yang pas buat mereka," tutur Purbaya.
Selain kedua jabatan tersebut, kursi eselon I Kemenkeu juga kosong untuk posisi Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) setelah ditinggalkan Masyita Crystallin
Pada Februari lalu, Purbaya mengalih tugaskan Masyita menjadi Head of Economic & ESG Strategic Positioning di PT Danantara Investment Management (Persero).
Saat ini, Kemenkeu tengah menyeleksi kandidat terbaik untuk mengisi tiga jabatan strategis tersebut sebelum diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan persetujuan.
"Nanti sekalian diajukan ke presiden, jadi sekaligus. Mungkin awal Mei atau pertengahan Mei," ujar Sang Bendahara Negara.
Profil Dua Pejabat yang Dicopot
Luky Alfirman adalah sarjana teknik industri ITB. Ia juga menempuh pendidikan S2 dan S3 ekonomi di University of Colorado.
Luky mempunyai karir panjang di Kemenkeu yang dimulainya sejak 1 Maret 1995. Ia pernah menjabat Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro di Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu.
Selain itu, ia juga pernah menjabat Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Dirjen Perimbangan Keuangan. Pada 23 Mei 2025, Lucy dilantik sebagai Dirjen Anggaran.
Febrio Nathan Kacaribu lahir di Sidikalang, Sumatra Utara, pada 1978.
Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 2002 dari Universitas Indonesia, gelar Master of International & Development Economics dari Australian National University pada 2005. Di tahun 2014, serta gelar Ph.D dari University of Kansas.
Febrio menjabat sebagai Kepala Riset Ekonomi Makro dan Keuangan LPEM sejak 2015.
Ia bergabung dengan Kemenkeu pada 3 April 2020 saat dilantik sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), di masa kepemimpinan Menkeu Sri Mulyani Indrawati.
Pada 23 Mei 2025, Febrio dilantik sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu.