Siasat Beli Hewan Kurban di Tengah Lonjakan Harga Jelang Iduladha
4. Konsisten Menabung
Bagi mereka yang memiliki keterbatasan penghasilan, kunci utamanya adalah disiplin dalam menyisihkan persentase tertentu dari pendapatan bulanan tanpa harus menunggu uang terkumpul banyak terlebih dahulu.
"Disisihkan aja gitu kan. Tiap bulannya misalnya kesanggupannya berapa? 10 persen atau 5 persen dari penghasilannya. Jadi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Yang penting konsisten ini tadi kan kata kuncinya di situ," tutur Andi.
Budi Rahardjo menyarankan agar dana tahunan seperti ini dipisahkan dari rekening utama agar tidak tercampur dengan kebutuhan rutin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perkiraan dana yang akan keluar tahunan kemudian sisihkan secara teratur dalam rekening terpisah agar dapat lebih mudah dimonitor," kata Budi.
Lihat Juga : |
5. Tentukan Skala Prioritas
Andi mengatakan masyarakat perlu bijak dalam melihat kapasitas finansial mereka.
Secara hukum keuangan maupun agama, kewajiban membayar utang tetap berada di posisi teratas dibandingkan dengan ibadah kurban yang bersifat bagi yang mampu.
"Kurban itu tidak wajib gitu kan. Yang wajib apa? Justru membayar utang itu adalah yang wajib. Jadi seandainya kita masih berhutang dan kemudian kita terasa berat untuk berkurban, ya prioritas pertama adalah bayar cicilan utang dulu gitu," ujar Andi.
Budi Rahardjo pun menyarankan untuk selalu melihat kembali kesehatan arus kas sebelum memutuskan untuk membeli hewan kurban.
"Untuk kurban tentunya kita harus melihat kapasitas keuangan kita, tidak diwajibkan untuk kurban apabila memang kondisi keuangan tidak memungkinkan. Jika cicilan utang sudah mendesak maka dapat kita utamakan cicilan utang," kata dia.
6. Jeli Lihat Biaya Tambahan
Dalam memilih cara menabung atau membeli, masyarakat harus jeli melihat biaya-biaya tambahan yang mungkin muncul, seperti biaya administrasi pada program cicilan tertentu.
"Biasanya membeli hewan jauh hari sebelum pelaksanaan kurban akan menjadi lebih efektif, yang kedua adalah menabung mandiri dan yang terakhir adalah mengikuti program cicilan karena biasanya ada biaya yang harus ditanggung," ucap Budi.
Sementara itu, Andi melihat program cicilan di lembaga zakat memiliki kelebihan dari sisi kedisiplinan yang dipaksakan secara sistem.
"Menabung mandiri itu berarti kita mendisiplinkan diri kita sendiri sementara yang cicil di lembaga zakat ya kita dipaksa dalam tanda kutip untuk disiplin," terangnya.
(sfr) Add
as a preferred source on Google