Panen di Cilacap Tembus 10 Ton/ha karena Stok Pupuk Subsidi Terjamin

CNN Indonesia
Minggu, 26 Apr 2026 13:28 WIB
Selain stok yang mencukupi, sistem distribusi yang semakin modern juga turun berpengaruh pada produktivitas lahan.
Stok pupuk bersusidi untuk wilayah Cilacap, Jawa Tengah beperangaruh pada peningkatan panen petani. Foto: Dok. Istimewa
Jakarta, CNN Indonesia --

Panen petani di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah tembus hingga mencapai 10 ton per hektare. Tingginya produktivitas ini lantaran stok pupuk bersubsidi di wilayah ini mencukupi.

Dalam keterangan tertulis PT Pupuk Indonesia, selain stok yang mencukupi, sistem distribusi yang semakin modern juga turun berpengaruh pada produktivitas lahan. Panen di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Cilacap, mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 9,5-10 ton per hektar.

Capaian tersebut dinilai menjadi indikator bahwa distribusi pupuk subsidi yang lancar mampu mendukung produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu petani setempat, Tolkhah mengatakan, hasil panen musim ini tergolong sangat baik. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari ketersediaan pupuk yang selalu terpenuhi selama masa tanam.

"Hasil panen bagus karena pupuk selalu tersedia. Petani jadi lebih mudah dalam perawatan tanaman," kata Tolkhah.

Selain itu, penurunan harga pupuk subsidi sejak Oktober 2025 juga memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi biaya produksi.

"Selama masa tanam kemarin, kebutuhan Pupuk Urea sekitar 75 Kg per hektar dan Pupuk Ponska sekitar 300-400 Kg per hektar. Dengan adanya penurunan harga pupuk hingga 20 persen, sangat membantu para petani di sini," ujarnya.


Aplikasi IPubers permudah pemesanan

Salah satu kunci keberhasilan distribusi pupuk bersubsidi ke petani adalah  Transformasi digital melalui aplikasi IPubers. Aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) ini memudahkan pemilik kios dalam melakukan pemesanan pupuk. Proses distribusi juga bisa dipantau secara secara real-time, sehingga transparansi dan efisiensi semakin meningkat.

Pemilik kios pupuk UD Berkah Azzam di Desa Mernek, Puji Riyani, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran aplikasi tersebut. Sejak mulai digunakan pada April 2026, proses pemesanan pupuk menjadi jauh lebih praktis dan terkontrol.

"Sekarang pesan pupuk cukup lewat aplikasi IPubers. Kita bisa memantau status pemesanan sampai proses pengiriman. Dulu harus ke PUD atau lewat WhatsApp, tapi tidak bisa memantau pengirimannya," jelasnya.

Tak hanya mempermudah pemesanan, aplikasi IPubers juga memastikan distribusi pupuk berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

Puji juga memastikan bahwa ketersediaan stok pupuk subsidi di kiosnya selalu terjaga. Sejak membuka usaha pada 2025, ia belum pernah mengalami kekurangan stok.

Kios miliknya melayani sembilan kelompok tani dengan kebutuhan pupuk yang cukup besar setiap musim tanam. Meski demikian, pasokan dari PT Pupuk Indonesia selalu datang tepat waktu ketika stok mulai menipis.

"Kami diwajibkan menjaga stok minimal lima ton. Jadi kebutuhan petani selalu tercukupi," jelasnya.

Selain itu, distribusi pupuk subsidi juga telah mengikuti sistem yang lebih tertib melalui pendataan petani dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Proses verifikasi kini semakin mudah karena dapat dilakukan melalui aplikasi IPubers hanya dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

(tim) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]