Siap-siap, Harga Popok Terancam Naik 30 Persen Gara-gara Perang

tim | CNN Indonesia
Senin, 27 Apr 2026 08:05 WIB
Harga popok terancam naik 30 persen akibat melesatrnya biaya bahan baku. Produksi di pabrik terancam terhenti, bahkan memicu PHK imbas nafta cs langka. (Foto: iStockphoto/Polina Strelkova)
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga popok terancam naik hingga 30 persen akibat lonjakan harga bahan baku. Biaya bahan baku melonjak hingga 100 persen gara-gara perang Iran melawan agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Kenaikan harga bahan baku tidak hanya berdampak pada harga popok. Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menyebut industri popok nasional kini berada dalam bayang-bayang ancaman penghentian produksi dan PHK karyawan.

Direktur Komite Diapers APKI Oto Gunasis mewanti-wanti jika dalam satu hingga dua bulan ke depan tidak ada kepastian pasokan bahan baku popok, maka ketersediaan produk kebutuhan dasar masyarakat tersebut di pasar akan terganggu secara serius.

"Perubahan harga bahan baku yang sangat cepat membuat perhitungan biaya produksi menjadi tidak stabil. Industri perlu melakukan penyesuaian secara realistis dan terukur agar tidak mengalami tekanan yang lebih dalam," ujar Oto Gunasis dikutip Antara, Minggu (26/4).

Ia menjelaskan krisis bahan baku popok dipicu oleh eskalasi geopolitik di Timur Tengah, yang melambungkan harga minyak mentah dunia. Akibatnya, biaya komponen petrokimia seperti nafta dan polypropylene, yang merupakan turunan minyak jadi mahal.

Melejitnya harga bahan baku popok diperparah dengan kondisi pasokan yang kian langka. Oto menyebut kondisi ini memaksa produsen menaikkan harga popok sebesar 20 persen hingga 30 persen.

Meski sudah menaikkan harga, APKI memandang langkah tersebut belum cukup untuk menyelamatkan industri jika ketersediaan bahan baku tidak segera pulih.

"Tekanan biaya berpotensi mendorong penyesuaian harga jual diapers di pasar, yang pada akhirnya dapat berdampak pada daya beli masyarakat," imbuh Oto.

APKI mendesak pemerintah untuk segera memberikan respons cepat, terutama terkait kemudahan proses perizinan dan kelancaran arus impor bahan baku guna menghindari hambatan distribusi.

Produsen menilai koordinasi antarkementerian sangat krusial agar tidak muncul kebijakan yang menciptakan ketidakpastian baru.

Tanpa adanya solusi nyata dalam jangka pendek, APKI mengkhawatirkan risiko penghentian operasional pabrik akan menjadi kenyataan, bahkan memicu gelombang PHK.

(pta/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK