Saham Nyangkut saat IHSG Jatuh, Dijual atau Ditahan?
4. Lakukan Rotasi Saham Sektoral
Oktavianus menyatakan tekanan IHSG saat ini dipicu berbagai sentimen, baik dari dalam negeri maupun global.
Domestik, tekanan berasal dari pelemahan rupiah, arus keluar modal asing, penurunan outlook rating dari beberapa lembaga pemeringkat global, kekhawatiran akan tekanan fiskal, hingga kebijakan MSCI terhadap saham Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dari eksternal, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran turut memengaruhi pasar, terutama melalui sektor energi.
"Maka pasar cenderung terjadi rotasi sektoral dari yang sensitif terhadap ekonomi makro ke sektor yang berkorelasi positif dengan kondisi geopolitik, seperti energi dan komoditas," ujar Oktavianus.
Adapun Nafan mengingatkan bahwa ketidakpastian merupakan hal yang wajar di pasar setiap tahun. Oleh karena itu, manajemen risiko menjadi kunci untuk meminimalkan dampak terhadap portofolio.
Lihat Juga : |
5. Incar Dividen dan Value Investing
Nafan memaparkan sejumlah strategi investasi yang bisa dipertimbangkan pada 2026. Salah satunya fokus pada saham dengan dividen tinggi, dengan kisaran imbal hasil sekitar 4-7 persen.
Di samping itu, investor perlu memilah saham yang secara fundamental masih murah (undervalued) namun memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang cerah.
(ins/bac) Add
as a preferred source on Google