Prabowo Panggil Kepala PPATK ke Hambalang, Bahas Uang Negara

CNN Indonesia
Senin, 04 Mei 2026 07:20 WIB
Prabowo memanggil Ketua PPATK Ivan Yustiavandana ke Hambalang, Jawa Barat, Minggu (3/5) membahas pengawasan pengelolaan uang negara.
Prabowo memanggil Ketua PPATK Ivan Yustiavandana ke Hambalang, Jawa Barat, Minggu (3/5) membahas pengawasan pengelolaan uang negara. (Foto: CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto memanggil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana ke kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (3/5).

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Hambalang. Ketiganya membahas evaluasi transaksi keuangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada hari Minggu siang hingga malam, Bapak Presiden Prabowo Subianto menerima beberapa tokoh untuk berdiskusi, antara lain Ketua PPATK Ivan Yustiavandana dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam pertemuan yang berlangsung di Hambalang, Jawa Barat, 3 Mei 2026," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, Minggu (3/5).

Teddy menjelaskan pertemuan ketiganya merupakan agenda rutin bulanan untuk membahas pengawasan ketat aliran keuangan pemerintah. Dalam pertemuan itu, Prabowo menekankan pentingnya pengelolaan keuangan negara yang akuntabel.

[Gambas:Instagram]

"Pertemuan tersebut merupakan agenda rutin bulanan bersama PPATK terkait evaluasi transaksi keuangan, serta pengawasan ketat terhadap aliran dana guna mendukung transparansi pemerintah. Dalam diskusi ini, ditekankan pula pentingnya pengelolaan keuangan yang akuntabel dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat," kata Teddy.

Prabowo menyatakan anggaran negara yang berasal dari uang rakyat harus tepat sasaran. Ia juga menegaskan komitmennya dalam pemberantasan korupsi.

"Bapak Presiden menegaskan bahwa setiap anggaran yang bersumber dari uang rakyat harus disalurkan secara tepat sasaran, dikelola dengan penuh tanggung jawab, dan dieksekusi tepat waktu. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen tegas Bapak Presiden dalam mewujudkan tata kelola negara yang bersih dan bebas dari korupsi," pungkas Teddy.

[Gambas:Youtube]

(pta) Add as a preferred
source on Google