BNI Dorong Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital

BNI | CNN Indonesia
Rabu, 06 Mei 2026 10:29 WIB
BNI tak pernah meminta informasi rahasia nasabah pada kondisi apapun, termasuk kata sandi, ID perusahaan, email, PIN, kode OTP, dan kode hard maupun soft token.
Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/ Undefined)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengingatkan nasabah untuk tidak membagikan data sensitif kepada pihak mana pun, seiring peningkatan berbagai modus penipuan digital yang menyasar pengguna layanan perbankan, seperti kanal digital BNIdirect.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo menyatakan, perseroan tidak pernah meminta informasi rahasia nasabah dalam kondisi apa pun. Untuk itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pihak yang mengatasnamakan bank.

"Kami mengingatkan nasabah agar tidak pernah membagikan data sensitif kepada pihak mana pun, termasuk yang mengatasnamakan BNI, karena hal tersebut merupakan bagian dari modus kejahatan digital," ujar Okki dalam keterangan tertulis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah data penting yang wajib dijaga kerahasiaannya, termasuk kata sandi, ID perusahaan, email, PIN, kode OTP, serta kode hard maupun soft token. Informasi tersebut tidak boleh dibagikan melalui kanal apa pun, baik telepon, SMS, email, maupun media sosial, untuk alasan apa pun juga.

Selain itu, BNI juga menegaskan tidak pernah meminta ID pengguna BNIdirect, tidak mengirimkan tautan melalui pesan singkat atau aplikasi percakapan untuk keperluan verifikasi, serta tidak meminta nasabah mengunduh aplikasi tertentu, termasuk aplikasi remote desktop seperti TeamViewer atau AnyDesk, dengan alasan bantuan layanan.

Ciri Umum Penipuan Digital

BNI menjelaskan, praktik tersebut merupakan ciri umum penipuan digital yang memanfaatkan rekayasa sosial (social engineering) untuk memperoleh akses ke akun nasabah.

Jika mendapati indikasi tersebut, nasabah diminta untuk tidak menindaklanjuti dan segera melakukan verifikasi melalui kanal resmi.

Sementara sebagai langkah pencegahan, BNI mengimbau nasabah untuk tidak mengklik tautan dari sumber yang tidak dikenal, tidak menginstal aplikasi dari pihak yang tidak jelas, serta menghindari mencari solusi melalui mesin pencari untuk permasalahan seperti lupa kata sandi.

Nasabah disarankan menggunakan fitur resmi pada halaman login BNIdirect untuk melakukan pengaturan ulang (reset) kata sandi secara mandiri.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan dan keamanan transaksi dapat diakses melalui situs resmi BNI di sini.

Melalui edukasi berkelanjutan ini, BNI berharap masyarakat dapat semakin memahami pola kejahatan digital, dan mampu melindungi data pribadi secara mandiri, sehingga keamanan transaksi perbankan tetap terjaga dan kepercayaan terhadap layanan digital terus meningkat.

(rea/rir) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]