Konsumsi Rumah Tangga Topang Ekonomi RI Tumbuh 5,61% Triwulan I-2026

BPS | CNN Indonesia
Rabu, 06 Mei 2026 13:25 WIB
Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kinerja ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 menunjukkan ketahanan yang solid di tengah tekanan global. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,87 persen.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga kembali menjadi tulang punggung pertumbuhan. Komponen ini menyumbang kontribusi terbesar dengan andil 2,94 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, daya beli masyarakat yang tetap terjaga menjadi faktor utama di balik kuatnya konsumsi domestik.

"Pertumbuhan ekonomi triwulan 1-2026 salah satunya ditopang oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga," jelas Amalia pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5).

Ia menambahkan, momentum hari besar keagamaan dan libur nasional seperti Nyepi dan Idulfitri menjadi faktor penting yang mendorong aktivitas konsumsi. Peningkatan mobilitas masyarakat pada periode tersebut berdampak langsung pada berbagai sektor, terutama transportasi, perdagangan, serta akomodasi dan makan minum.

Selain faktor hari besar keagamaan dan libur nasional, konsumsi juga didukung oleh kebijakan pemerintah yang menjaga daya beli masyarakat. Berbagai stimulus seperti pemberian THR atau gaji ke-14, diskon tiket transportasi, serta stabilitas suku bunga turut memperkuat konsumsi domestik.

Sejumlah indikator mengonfirmasi tren positif tersebut. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara tumbuh 13,14 persen (y-on-y), seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Pertumbuhan juga terlihat pada jumlah penumpang berbagai moda transportasi, termasuk angkutan darat yang melonjak hingga 20,20 persen (y-on-y).

Di sisi lain, aktivitas ekonomi berbasis digital juga menunjukkan peningkatan, tercermin dari pertumbuhan transaksi e-retail dan marketplace, serta meningkatnya nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kartu kredit.

Selain konsumsi rumah tangga, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga mencatat pertumbuhan solid sebesar 5,96 persen, didorong oleh investasi pemerintah dan swasta.

Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh signifikan sebesar 21,81 persen, seiring peningkatan realisasi belanja, termasuk melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berikut Grafik Sumber Pertumbuhan PDB Berdasarkan Pengeluaran:

Foto: Arsip BPS RI.
(ory/ory)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK