BPS: Tingkat Pengangguran Terbuka per Februari 2026, 4,68 persen

BPS | CNN Indonesia
Rabu, 06 Mei 2026 14:52 WIB
BPS menyampaikan bahwa jumlah pengangguran secara absolut turun 0,035 juta orang pada periode Februari 2025-Februari 2026.
Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 yang sebesar 4,68 persen.

Dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (5/5), Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa jumlah pengangguran secara absolut turun 0,035 juta orang pada periode Februari 2025-Februari 2026.

"Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 adalah 4,68 persen. Dari total angkatan kerja sebanyak 154,91 juta orang, terdapat 7,24 juta di antaranya belum terserap pasar kerja sehingga menjadi penganggur," ujar Amalia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyerapan tenaga kerja tercatat masih didominasi oleh sektor pertanian, perdagangan besar dan eceran, serta industri. Ketiga sektor tersebut menyerap 60,29 persen tenaga kerja nasional.

Pada periode Februari 2025-Februari 2026, jumlah penduduk bekerja meningkat 1,896 juta orang. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki meningkat dari 84,34 pada 2025 menjadi 84,57 pada Februari 2026.

Adapun TPAK perempuan mengalami penurunan dari 56,70 pada Februari 2025 menjadi 56,41 pada Februari 2026.

Seseorang yang bekerja setidaknya satu jam dalam seminggu, termasuk dalam kategori penduduk bekerja, sesuai standar International Labour Organization (ILO). BPS sendiri membagi penduduk bekerja ke dalam tiga kategori.

Ketiga kategori itu adalah pekerja penuh waktu (jam kerja minimal 35 jam per minggu), pekerja paruh waktu (jam kerja kurang dari 35 jam per minggu, tetapi tidak mencari pekerjaan, dan tidak bersedia menerima pekerjaan lain), dan setengah pengangguran (jam kerja antara 1-34 jam per minggu, dan masih mencari pekerjaan atau bersedia menerima pekerjaan lain).

Per Februari 2026, BPS mencatatkan proporsi pekerja penuh adalah sebesar 66,77 persen, pekerja paruh waktu 25,97 persen, dan setengah pengangguran 7,27 persen. Pada data ini, proporsi pekerja penuh pada Februari 2026 lebih tinggi dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 66,19 persen.

(rea/rir) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]