Amblas, Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah kembali jatuh dan menembus level Rp17.500 per dolar AS perdagangan Selasa (12/5) pagi.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 9.45 WIB, mata uang Garuda melemah 89 poin atau 0,52 persen ke Rp17.503 per dolar AS.
Semula, rupiah dibuka level Rp17.489 per dolar AS pada perdagangan Selasa atau melemah 75 poin atau 0,43 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang kompak tertekan terhadap dolar AS. Yuan China turun 0,01 persen, peso Filipina melemah 0,50 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,22 persen, dolar Singapura turun 0,20 persen, yen Jepang melemah 0,22 persen, serta won Korea Selatan anjlok 1 persen.
Di sisi lain, dolar Hong Kong menguat 0,01 persen terhadap dolar AS.
Mata uang utama negara maju juga mayoritas melemah. Euro Eropa turun 0,17 persen, poundsterling Inggris melemah 0,18 persen, dolar Australia terkoreksi 0,24 persen, dolar Kanada turun 0,10 persen, serta franc Swiss melemah 0,19 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meredupnya harapan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Selain itu, harga minyak mentah dunia yang masih tinggi turut menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Sentimen negatif juga datang dari pengumuman MSCI yang diperkirakan tidak akan memberikan kabar positif bagi IHSG dan berpotensi ikut menekan rupiah.
"Pengumuman MSCI hari ini diperkirakan tidak akan memberikan berita baik pada IHSG, dan akan ikut menekan rupiah. Investor juga menantikan data penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis siang ini," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Ia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.350 hingga Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan hari ini.